Olahraga
7 Jenis Olahraga Tradisional Indonesia, Salah Satunya Ada Lompat Batu
Ilustrasi karapan sapi merupakan salah satu olahraga tradisional Indonesia (Foto: Istimewa)FAKTUALid – Olahraga tradisional Indonesia merupakan semua kegiatan olahraga yang sudah diakui sebagai tradisi turun-temurun di suatu suku, etnis maupun kelompok budaya tertentu yang ada di Indonesia. Olahraga tradisonal biasanya mengandalkan kekuatan, kecepatan, kelenturan dan ketepatan reaksi dari pemainnya.
Indonesia memang dikenal dengan keragaman budayanya. Bagaimana tidak, ada ratusan suku yang mendiami wilayah negara ini dari Sabang hingga Marauke dan semuanya memiliki keunikan sendiri. Tidak hanya tarian, mainan, pakaian dan makanan saja, Indonesia juga memiliki beragam olahraga tradisional.
Berikut olahraga tradisional Indonesia yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber
Daftar isi
1. Pencak Silat
Olahraga tradisonal Indonesia yang pertama adalah pencak silat. Pencak silat sudah diakui oleh UNESCO sebagai peninggalan sejarah non-benda yang berasal dari Indonesia.
Selain unsur olahraganya, pencak silat juga mencakup aspek mental-spiritual, bela diri, sekaligus kesenian. Jurus dan gaya pencak silat sangat dipengaruhi oleh berbagai unsur, seperti kesatuan tubuh dan gerak yang sesuai dengan musik pengiringnya.
Sebagai olahraga tradisional Indonesia, setiap daerah memiliki gerak, iringan, musik, gaya dan perlengkapan pendukung (kostum, alat musik, dan senjata tradisonal) khas masing-masing.
2. Pacu Jalur
Olahraga tradisonal Indonesia yang kedua adalah pacu jalur. Olahraga dayung tradisional ini awalnya hanya diselenggarakan di kampung-kampung sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Tahun Baru Muharram dan Idul Fitri.
Namun saat ini, pacu jalur turut masuk ke dalam event taunan nasioanal yang diselenggarakan setiap tanggal 23-26 Agustus. Selain itu, pacu jalur juga menjadi salah satu cabang olahraga yang rutin di tandingkan dalam perhelatan SEA Games.
Umumnya, perahu yang digunakan dalam pacu jalur memiliki panjang 25-40 meter dengan lebar 1,3 hingga 1,5 meter. Setiap perahu biasanya memuat 40-60 orang. Menariknya lagi, perahu yang digunakan untuk pacu jalur ini dihias dengan dekorasi yang unik.
3. Lompat Batu
Olahraga tradisonal Indonesia yang ketiga adalah lompat batu. Lompat batu merupakan salah satu olahraga tradisional yang ekstrim. Lompat batu merupakan olahraga yang berasal dari Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Masyarakat Nias menyebut olahraga ini dengan sebutan zawo-zawo. Konon katanya, zaman dahulu ketika suku nias masih sering berperang, batu-batu yang ditumpuk setinggi 2 meter ini biasanya dijadikan benteng pertahanan dan melatih para prajuritnya untuk melompati batu-batu yang tinggi sebelum terjun ke medan perang.
Baca juga: 6 Jenis Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan, Efektif Membakar Kalori
4. Karapan Sapi
Olahraga tradisonal Indonesia yang keempat adalah karapan sapi. Karapan sapi masuk kedalam kategori olahraga pacu yang berasal dari Madura. Olahraga tradisional Indonesia ini mirip dengan balap kuda, tapi menggunakan sapi dan di lakukan di lahan yang basah seperti sawah yang tidak sedang digarap.
Kunci olahraga ini adalah kelihaian pemicunya agar sapi dapat melaju sekencang mungkin hingga garis akhir. Akan tetapi, tidak jarang juga permainan ini mengendalikan keberuntungan.
Baca juga: 8 Manfaat Olahraga Bowling, Bisa Meredakan Stres
5. Sepak Takraw
Olahraga tradisonal Indonesia yang kelima adalah sepak takraw. Sepak takraw dikenal dengan olahraga khas nagara Asia Tenggara, terutama Malaysia. Masyarakat Indonesia memang baru mengenal sepak takraw sejak tahun 1970-an saat tim sepak takraw Malaysia dan Singapura sedang berkunjung ke Indonesia.
Sepak takraw merupakan permainan tradisional yang mnggunakan bola dari rotan diatas lapangan datar dengan net sebagai pembatas area dengan tim lawan seperti bulutangkis. Pemain boleh menggunakan seluruh anggota tubuh dalam olahraga ini kecuali tangan.
6. Jemparingan
Olahraga tradisonal Indonesia yang keenam adalah jemparingan. Olahraga ini sudah ada sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono di Yogyakarta. Dalam bahasa Jawa, jemparingan dapat diartikan sebagai panahan.
Jemparingan tidak hanya dipandang sebagai olahraga, namun juga kaya akan nilai tradisi dan filosofis. Olahraga ini dianggap memiliki nilai-nilai ksatria.
Empat nilai ksatria tersebut adalah sawiji yang artinya kosentrasi, greget yang berarti ebrsemangat, ora mingkuh yang artinya memiliki rasa tanggung jawab dan sengguh yang berarti percaya diri.
7. Egrang
Olahraga tradisonal Indonesia yang terakhir adalah egrang. Egrang merupakan olahraga yang menggunakan tongkat panjang yang memiliki fungsi sama dengan kaki. Olahraga tradisional ini memerlukan kekuatan dan keterampilan fisik. Oleh karena itu, meski terlihat mudah, anda mungkin harus berlatih beberapa kali sebelum menguasai permainan ini.***














