Connect with us

Olahraga

Turnamen Bridge Walikota Pontianak Cup 2026: Jangan Lihat Hadiahnya, Lihat Semangatnya

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Turnamen Bridge Walikota Pontianak Cup 2026: Jangan Lihat Hadiahnya, Lihat Semangatnya

Selamat kepada Panitia Turnamen Bridge Walikota Pontianak Cup 2026, semoga semangat ini menular ke kota-kota lain di Indonesia. (Foto : Istimewa)

Oleh : Bert Toar Polii – Tukang Bridge

FAKTUAL INDONESIA: Belakangan ini saya mulai melihat sesuatu yang menggembirakan.

Daerah-daerah mulai kembali bergairah menyelenggarakan turnamen bridge. Setelah beberapa tahun kegiatan turnamen nasional terasa terkonsentrasi di kota-kota tertentu, kini semangat itu mulai menyebar.

Salah satu contohnya adalah Turnamen Bridge Walikota Pontianak Cup 2026 yang akan berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura.

Awalnya panitia bahkan agak malu-malu mempromosikan turnamen ini.

Baca Juga : Bridge Masuk Institusi Seri #10: Berpikir Kritis, Analisa Data & Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti

“Hadiahnya kecil, Pak.”

Advertisement

Saya justru menjawab,

“Jangan lihat hadiahnya. Yang penting turnamennya jalan.”

Kalau semua panitia menunggu hadiah ratusan juta rupiah, kapan bridge daerah bisa berkembang?

Turnamen yang baik tidak selalu dimulai dengan hadiah besar. Semua turnamen besar di Indonesia pun pernah memulai langkahnya dari sesuatu yang sederhana.

Yang dibutuhkan adalah keberanian memulai.

Advertisement

Karena itu saya ikut “ngotot” membantu mempromosikan turnamen ini, terutama kepada komunitas bridge di Malaysia.

Pontianak memiliki keuntungan yang tidak dimiliki banyak kota lain.

Dari Kuching, Sarawak, para pemain bridge dapat datang dengan mobil melalui perbatasan Entikong. Perjalanan darat yang relatif mudah membuat Pontianak menjadi destinasi yang menarik untuk bermain bridge sekaligus berwisata.

Ternyata responsnya sangat positif.

Baca Juga :Kita Tidak Sedang Mengajarkan Orang Bermain Bridge, Kita Sedang Membangun Manusia

Beberapa pemain Malaysia mengatakan mereka memang ingin datang.

Advertisement

Bukan semata-mata untuk mengejar hadiah.

Mereka ingin menikmati suasana Pontianak.

Mereka ingin berfoto di Tugu Khatulistiwa, monumen yang menjadi ikon kota tepat di garis khatulistiwa dunia.

Mereka juga tertarik mengunjungi Rumah Radakng (Rumah Betang), rumah adat Dayak yang menjadi salah satu kebanggaan Kalimantan Barat dan destinasi budaya yang sangat menarik.

Belum lagi soal kuliner.

Advertisement

Siapa yang tidak mengenal Chai Kue, Choipan, Kwetiau Pontianak, Mie Tiaw, Es Krim Angi, atau berbagai olahan seafood khas Pontianak?

Bahkan kini kuliner Pontianak sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Banyak orang sudah mengenal cita rasanya jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di kota asalnya.

Jadi bagi para pemain dari luar kota—bahkan luar negeri—mengikuti turnamen ini berarti mendapatkan dua pengalaman sekaligus:

Baca Juga : Final Idaman Indonesia vs China Terwujud di Nomor Women Team 5th Asia Bridge Cup di Goa, India

bertanding dan berwisata.

Inilah konsep yang sekarang banyak berkembang di dunia, yaitu sports tourism.

Advertisement

Orang datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menikmati kota penyelenggara.

Bridge sangat cocok untuk itu.

Pagi sampai sore bermain bridge.

Malamnya menikmati kuliner.

Esok harinya berkunjung ke objek wisata.

Advertisement

Semua pihak diuntungkan.

Hotel hidup.

Baca Juga : Tugu Muda Menapak Panggung Internasional, Semarang Menyambut Pecinta Bridge dari Dalam dan Luar Negeri

Restoran ramai.

UMKM bergerak.

Pariwisata mendapatkan tamu.

Advertisement

Bridge pun semakin dikenal masyarakat.

Saya berharap Walikota Pontianak Cup menjadi contoh bahwa daerah tidak perlu menunggu semuanya sempurna.

Mulailah dengan apa yang ada.

Hadiahnya boleh sederhana.

Pesertanya mungkin belum ratusan.

Advertisement

Tetapi jika turnamen diselenggarakan dengan baik, peserta akan datang lagi.

Reputasi dibangun sedikit demi sedikit.

Baca Juga : Sebuah Gagasan: Membangun Tim Impian PB GABSI untuk Kebangkitan Bridge Indonesia

Dan suatu hari nanti, turnamen yang hari ini masih sederhana bisa menjadi agenda nasional bahkan internasional.

Karena sesungguhnya…

Yang membuat sebuah turnamen menjadi besar bukanlah hadiah pada tahun pertama.

Advertisement

Yang membuatnya besar adalah keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus menyelenggarakannya.

Selamat kepada Panitia Turnamen Bridge Walikota Pontianak Cup 2026.

Semoga semangat ini menular ke kota-kota lain di Indonesia.

Karena semakin banyak turnamen daerah, semakin hidup bridge Indonesia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement