Connect with us

Kesehatan

Sinovac Berencana Buat Vaksin Covid-19 Varian Delta dan Gamma

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Sinovac akan mengajukan rencana pembuatan vaksin untuk penelitian klinis dan penggunaan darurat yang menargetkan varian Gamma dan varian Delta.

CEO Sinovac Yin Weidong mengatakan, vaksin ini akan berbeda dari yang sebelumnya diproduksi yakni CoronaVac.

Dikutip dari Global Times, Minggu (8/8/2021), produk baru ini, jika berhasil dikembangkan dan dan disetujui oleh negara lain, maka akan dipasok tergantung varian yang mendominasi di negara tersebut.

“Sinovac mampu memproduksi berbagai jenis vaksin yang menargetkan varian yang berbeda,” kata Yin.

Dalam sebuah dokumen, Yin mengatakan bahwa Sinovac juga telah menyelesaikan penelitian tentang suntikan booster CoronaVac, yang menunjukkan bahwa suntikan booster dapat dengan cepat meningkatkan tingkat antibodi penetralisir dalam waktu satu minggu. Hasilnya akan segera dipublikasikan di jurnal Science.

Advertisement

Zhang Yuntao, Wakil Presiden China National Biotech Group, anak perusahaan Sinopharm, juga menyebutkan di sebuah forum bahwa Sinopharm akan mengajukan aplikasi untuk penelitian klinis tentang vaksin terhadap varian Delta.

Untuk diketahui, Vaksin Sinovac, atau disebut vaksin CoronaVac, merupakan inactivated virus vaccine yang diharapkan dapat mencegah penyakit Covid-19. CoronaVac mengandung virus SARS-CoV-2 yang sudah dihilangkan kemampuan untuk menginfeksi dan mereplikasi. Namun, masih memiliki kemampuan untuk bekerja sebagai imunogen sehingga dapat memicu pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Covid-19.

Vaksin ini diproduksi oleh Sinovac Biotech Inc. yang bekerja sama dengan PT Biofarma. Pada tanggal 11 Januari 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memberikan persetujuan penggunaan vaksin CoronaVac. dalam kondisi emergensi.

Walaupun hasil uji klinik fase 3 vaksin ini belum dipublikasikan secara final, tetapi data interim terkait keamanan vaksin melaporkan efek samping yang timbul hanya berderajat ringan hingga sedang.

Data interim terkait efikasi melaporkan vaksin CoronaVac mampu membentuk antibodi terhadap SARS-CoV-2. Tingkat efikasi untuk melindungi terhadap Covid-19 menurut data uji klinik di Bandung adalah 65,3%. Data interim tersebut dijadikan landasan keputusan BPOM untuk menerbitkan EUA.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement