Connect with us

Olahraga

Rekap Hasil China Open 2026: Putri Kusuma Gagal Hadang Miyazaki, Tunggal Putri Tanpa Wakil di Semifinal

Diterbitkan

pada

Rekap Hasil China Open 2026: Putri Kusuma Gagal Hadang Miyazaki, Tunggal Putri Tanpa Wakil di Semifinal

Putri Kusuma Wardani gagal menghadang. (Foto: PBSI)

FAKTUAL-INDONESIA: Tunggal putri Skuad Merah Putih, Putri Kusuma Wardani, gagal menghadang Tomoka Miyazaki (Jepang) setelah menyerah rubber game 21-16, 11-21 dan 9-21 di perempatfinal turnamen BWF Super 1000 China Open 2026, Jumat (23/7/2026), di Changzhou, China.

Terhentinya Putri menjadikan tidak ada wakil tunggal putri Indonesia di babak semifinal. Kenyataan sama juga telah dialami tunggal putra sesudah wakil satu-satunya Merah Putih Jonatan Christie juga terhenti di perempatfinal

Baca Juga : Rekap Hasil China Open 2026: Jojo Tak Kuasa Menahan Laju Wakil Kanada Victor Lai, Tinggal Putra Habis

“Tetap bersyukur keluar dari lapangan dengan tidak ada cedera apapun,” aku Putri usai pertandingan. ” Untuk hari ini saya rasa sangat nggak puas mainnya. Walaupun game pertama menang, tapi game kedua dan ketiga benar-benar tidak memuaskan,” lanjutnya.

Menurut Putri, lawannya sebenarnya tidak banyak berubah. “Secara permainan sebenarnya Tomoka tidak banyak berubah,” ucap Putri. “Tapi faktor menang dan kalah angin cukup menentukan. Di game ketiga dari awal dia terus menekan dan saya tidak bisa keluar dari tekanan. Dia mungkin bisa tampil lebih lepas, dan saya terus kesulitan dengan pukulan-pukulan yang terlalu panjang atau nettingnya banyak tanggung,” imbuh Putri.

Baca Juga : Rekap Hasil China Open 2026: Kandaskan Busanan Ongbamrungphan, Putri Kusuma Jejak Babak Perempatfinal

Meski terhenti Putri mengaku mendapat banyak pelajaran. “Banyak pelajaran yang saya ambil dari dua minggu ini, walau di sini kurang puas dengan penampilannya,” aku Putri. “Tapi minggu lalu bisa mengalahkan Wang Zhi Yi dan hampir menang dari Akane cukup menumbuhkan kepercayaan diri yang lebih lagi. Saya harus belajar lagi menahan fokus pikirannya biar tetap prima tidak hanya dalam satu atau dua pertandingan, tidak hanya satu turnamen tapi di dua atau tiga turnamen beruntun,” jelasnya. ****

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement