Wisata
Jawa Timur Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Event, Sport Tourism Jadi Andalan Dongkrak Wisata

Jawa Timur deklarasikan jadi provinsi dengan event terbanyak. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadikan daerah tersebut sebagai provinsi dengan penyelenggaraan event terbanyak di Indonesia. Diharapkan dengan banyaknya event akan mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan ribuan agenda yang digelar di berbagai daerah menjadi modal besar dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata berbasis event.
Menurutnya, sekitar 30 persen wisatawan yang datang ke Jawa Timur terdorong oleh berbagai kegiatan dan festival yang berlangsung di 38 kabupaten dan kota.
Baca Juga : JAKIM 2026 Diikuti 45.500 Pelari, Jakarta Makin Memperkuat Jadi Sport Tourism Dunia
“Kami mendeklarasikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah event terbanyak. Ribuan kegiatan telah diselenggarakan dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” ujar Evy saat menghadiri ajang Malang Trail Runners (Mantra) 116 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/7/2026).
Salah satu fokus pengembangan yang terus didorong adalah sport tourism, yakni wisata berbasis olahraga yang dipadukan dengan keindahan alam. Konsep eco-sport tourism dinilai memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara.
Ajang Mantra 116 tahun ini menjadi bukti besarnya minat peserta internasional. Event yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 tersebut diikuti 4.014 pelari dari 22 negara yang berasal dari kawasan Asia, Eropa, dan Afrika.
Baca Juga : Mamuju, Bridge, dan Masa Depan Sport Tourism Indonesia
Setelah sempat terhenti akibat pandemi, lomba lari lintas alam yang kini memasuki penyelenggaraan ke-10 itu kembali digelar dengan enam kategori jarak, mulai dari 10 kilometer hingga kategori ekstrem 116 kilometer. Tahun ini panitia juga memperkenalkan lintasan baru bernama Lincing untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para peserta.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penyelenggaraan event olahraga bertaraf internasional memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan okupansi hotel, kegiatan tersebut juga menggerakkan sektor transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi acara.
Khofifah mengatakan keindahan alam lereng Gunung Arjuno dan kawasan Tahura Raden Soerjo menjadi daya tarik utama yang mampu memperkuat citra Jawa Timur sebagai destinasi sport tourism unggulan.
Baca Juga : Dorong Sport Tourism dan Sport Industry Gerakkan Perekonomian Nasional, Kemenpora Fokus Bangun Era Baru Ekosistem Olahraga
Ia berharap semakin banyak kegiatan kreatif dan inovatif yang digelar sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) agar Tahura Raden Soerjo dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan olahraga alam.
Menurutnya, penyelenggaraan Mantra 116 tidak hanya berorientasi pada olahraga dan pariwisata, tetapi juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Ia berharap setiap kegiatan yang berlangsung di kawasan hutan konservasi dapat turut mengampanyekan pelestarian lingkungan sehingga pengembangan pariwisata alam berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.***














