Ekonomi
Kementan Kucurkan Rp1,33 Triliun untuk Perkuat Papua Selatan sebagai Lumbung Pangan

Mentan mengalokasikan bantuan Rp 1,33 triliun untuk pertanian di Papua. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan bantuan senilai Rp1,33 triliun untuk mempercepat pengembangan sektor pertanian di Provinsi Papua Selatan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan utama di kawasan Indonesia timur.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah), yang bertujuan meningkatkan luas tanam, produktivitas, produksi, serta kesejahteraan petani.
Baca Juga : Kementan Bentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, Produksi Benih Unggul Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
“Seluruh bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat agar produksi pertanian meningkat sekaligus mampu mendongkrak pendapatan petani,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (5/7).
Bantuan tersebut diserahkan saat kegiatan Gerakan Tanam di kawasan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
Melalui program tersebut, Kementan menyalurkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembangunan lahan dan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, pestisida, hingga pengembangan subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
Baca Juga : Ini yang Ditunggu, Kementrans dan Kementan Berkolaborasi Tingkatkan Pendapatan Petani Transmigran Rp20 Juta per Bulan
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga mendorong modernisasi pertanian agar sektor ini menjadi lebih efisien, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Amran menilai transformasi pertanian di Merauke telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berbagai teknologi modern, seperti drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan peralatan mekanisasi lainnya kini telah digunakan langsung oleh generasi muda Papua.
Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut menunjukkan bahwa sistem pertanian di Merauke telah berkembang.***














