Nasional
Sembilan Kali Erupsi, Gunung Lewotobi Laki-laki Lontarkan Dua Kali Kolom Abu Setinggi 1 Km

Di saat langit cerah, Selasa (30/6/2026), erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pukul 15.21 Wita teramati melontarkan kolom abu setinggi 1.000 meter atau 1 km. (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sembilan kali erupsi dalam rentang waktu pukul 00.07 hingga 15.21 Wita, Selasa (30/6/2026).
Dalam sembilan kali erupsi itu Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur itu, teramati dua kali melontarkan kolom abu setinggi 1.000 meter atau 1 km.
Berdasarkan laporan Magma Indonesia, kolom abu setinggi 1 km itu terjadi ketika Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi pukul 15.21 dan 07.21 Wita. Hampir semua erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki teramati.
Tercatat selain erupsi pukul 15.21 dan 07.21, Gunung Lewotobi Laki-laki juga erupsi pukul 12.16, 09.15, 09.12, 08.49,07.21, 05.27, dan 04.34 Wita.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Selasa, 30 Juni 2026, pukul 15:21 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2584 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 142 detik,” tulis petugas PVMBG M Nurjansyah Dwi Laksona dalam laporannya di Magma Indonesia tentang erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang melontarkan kolom abu setinggi 1.000 m.
Sedangkan Petugas PVMBG Fransiskus Xaverius Masan melaporkan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan tinggi yang sama pukul 07.21 Wita.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Selasa, 30 Juni 2026, pukul 07:21 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2584 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi 159 detik,” tulisnya.
Dengan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki maka PVMBG memberikan rekomendasi:
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .
- Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
- Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
- Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606. ***














