Nasional
Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi dengan Tinggi Kolom Abu 700 m di atas Puncak

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur yang teramati Sabtu (27/6/2026) pukul 05.04 WIB dengan tinggi kolom letusan ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Sabtu (27/6/2026) pukul 05.04 dan 07.18 WIB, Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi. Dari dua kali erupsi itu visual letusan hanya teramati yang terjadi pada pukul 05.40.
Pada erupsi pertamanya hari ini, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya.
Tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut).
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 05:04 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 167 detik,” tulis petugas PVMBG Sigit Rian Alfian dalam laporannya seperti dilansir laman Magma Indonesia.
Sementara itu petugas PVMBG Mukdas Sofian, AMd melaporkan terjadi erupsi Gunung Semeru pukul 07:18 WIB. “Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 140 detik,” paparnya.
Sehari sebelumnya, Jumat (26/6/2026), Gunung Semeru tercatat erupsi tiga kali namun visual tidak teramati. Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kemarin terjadi pukul 21.09, 11.03 dan 00.10 WIB.
Untuk Gunung Semeru itu PVMBG memberikan rekomendasi:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***














