Internasional
WHO: Wabah Ebola di Kongo Tembus 1.000 Kasus dalam Sebulan

Virus Ebola masih mewabah di kawasan Afrika. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Ebola masih mewabah di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah melampaui 1.000 kasus terkonfirmasi hanya dalam satu bulan sejak penyebarannya, menjadikannya epidemi Ebola terbesar dalam sejarah negara tersebut pada fase awal wabah.
Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdi Mahamud, mengatakan Kementerian Kesehatan Kongo mencatat 1.048 kasus terkonfirmasi dengan 267 kematian hingga 22 Juni 2026.
“Sejak pembaruan terakhir pada awal Juni, wabah ini terus meluas ke sejumlah wilayah,” kata Mahamud dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa (23/6/2026).
Usai menjalankan misi selama satu bulan di Kongo, Mahamud menjelaskan bahwa tingkat penyebaran penyakit berbeda di setiap zona kesehatan. Beberapa daerah menunjukkan kondisi yang relatif stabil, sementara wilayah lain mengalami lonjakan kasus yang signifikan.
Untuk mengendalikan wabah, kapasitas layanan kesehatan terus ditingkatkan. Dalam dua pekan terakhir, jumlah tempat tidur perawatan meningkat menjadi lebih dari 500 unit yang tersebar di 19 pusat kesehatan.
Selain itu, kemampuan pengujian laboratorium juga mengalami peningkatan tajam. Jika sebelumnya hanya mampu melakukan sekitar 30 tes per hari, kini kapasitas pemeriksaan telah mencapai lebih dari 2.000 tes harian melalui delapan laboratorium yang beroperasi di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
Meski demikian, WHO mengingatkan bahwa fasilitas kesehatan mulai menghadapi tekanan berat. Tingkat keterisian tempat tidur perawatan saat ini telah mencapai sekitar 84 persen dari kapasitas yang tersedia.
Mahamud menggambarkan wabah Ebola yang tengah berlangsung sebagai situasi yang kompleks dan penuh tantangan. Untuk mendukung upaya penanggulangan, WHO mengajukan kebutuhan pendanaan sebesar 115 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun guna mempercepat pengendalian dan menghentikan rantai penularan.
Di tengah upaya tersebut, penyebaran lintas batas juga mulai menjadi perhatian. Uganda dilaporkan telah mencatat 20 kasus Ebola yang berkaitan dengan wabah yang terjadi di Kongo.
WHO menegaskan bahwa penguatan sistem deteksi, kapasitas perawatan, serta kerja sama regional menjadi kunci untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit mematikan tersebut ke negara-negara lain di kawasan Afrika.














