Nasional
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusan Capai 600 Hingga 1000 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pada Selasa pagi, 26 Mei 2026, Gunung Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi pada Selasa pagi dengan tinggi kolom letusan mencapai 600 hingga 1.000 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 01.05 WIB. Tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 600 meter di atas puncak dengan warna abu putih hingga kelabu dan intensitas tebal mengarah ke barat.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik,” kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.31 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat dengan intensitas tebal dan tercatat memiliki amplitudo maksimum 12 mm selama 122 detik.
Tidak lama berselang, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi pada pukul 05.54 WIB. Kali ini tinggi kolom letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Kolom abu kembali mengarah ke barat dengan intensitas tebal.
Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 06.28 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu terpantau bergerak ke arah barat daya dan barat. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 109 detik.
Dua jam kemudian, tepatnya pukul 08.37 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Arah sebaran abu mengarah ke barat laut dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik.
Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru karena rawan terhadap lontaran material pijar.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.***














