Connect with us

Nasional

Menyisir Jejak Tertua: Menbud Fadli Zon Ajak Gen Z ‘Re-connect’ dengan Sejarah di Museum Radya Pustaka

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menyisir Jejak Tertua: Menbud Fadli Zon Ajak Gen Z 'Re-connect' dengan Sejarah di Museum Radya Pustaka

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, melakukan peninjauan ke Museum Radya Pustaka di Surakarta, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Kota Surakarta, Jawa Tengah. (Kemenbud)

FAKTUAL INDONESIA: Di tengah hiruk-pikuk modernitas Kota Solo, Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, melangkah masuk ke lorong waktu saat mengunjungi Museum Radya Pustaka. Sebagai museum tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1890, Radya Pustaka bukan sekadar bangunan tua, melainkan “brankas” memori peradaban Jawa yang tak ternilai harganya.

Dalam kunjungan kerjanya, Fadli Zon tidak hanya sekadar melihat-lihat koleksi keris, gamelan, atau arca Hindu-Buddha. Ia membawa misi khusus: menjadikan museum sebagai tempat yang ‘asyik’ bagi anak muda.

Sentuhan Digital & Kekuatan Cerita

Baca Juga : Merajut Pelangi Nusantara: Menbud Fadli Zon Ajak UNS Jadikan Budaya sebagai “Soft Power” Global

Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan artefak dan manuskrip kuno di Radya Pustaka harus mampu “berbicara” kepada generasi masa kini. Ia menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan narasi yang kuat.

“Koleksi di sini sangat penting dan bernilai tinggi. Namun, penataan dan penyajiannya perlu diperkuat. Penguatan storytelling dan sentuhan digital adalah kunci agar museum bisa lebih dekat dengan Gen Z,” ujar Fadli Zon dengan antusias, Jumat (26/3/2026).

Advertisement

Menurutnya, museum tidak boleh lagi dipandang sebagai gudang penyimpanan masa lalu yang kaku. Sebaliknya, ia harus bertransformasi menjadi ruang edukasi interaktif yang relevan dengan gaya hidup digital saat ini.

Kunjungan ini terasa istimewa dengan hadirnya tokoh-tokoh kunci. Fadli Zon tampak didampingi oleh: Respati Achmad Ardianto, Wali Kota Surakarta, Keluarga Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, mulai dari Dirjen Pelindungan Kebudayaan hingga para Staf Khusus.

Baca Juga : Bahas Gelar Pahlawanan Nasional, Presiden Prabowo Panggil Menbud Fadli Zon, Presiden II RI Soeharto Penuhi Syarat

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen pemerintah untuk menjaga Radya Pustaka tetap tegak sebagai etalase budaya bangsa.

Museum Guru Masa Depan

Menutup rangkaian peninjauannya, Fadli Zon mengingatkan bahwa memahami sejarah adalah fondasi untuk membangun masa depan. Ia berharap Radya Pustaka terus berkembang menjadi ruang yang mampu menumbuhkan kesadaran jati diri bangsa bagi pengunjungnya.

Advertisement

Dengan rencana penguatan tata pamer dan alur cerita yang lebih segar, Radya Pustaka siap menyambut era baru: di mana naskah kuno berbahasa Jawa dan koleksi wayang kulit legendaris bisa bersanding harmonis dengan teknologi masa kini. ***

Lanjutkan Membaca