Connect with us

Nasional

Jumat Legi, Gunung Semeru 7 Kali Erupsi dengan 3 Kali Lontarkan Kolom Abu Setinggi 1 Km

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Jumat Legi, 13 Februari 2026, pukul 12:46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. (PVMBG)

Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Jumat Legi, 13 Februari 2026, pukul 12:46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. (PVMBG)

FAKTUAL INDONESIA: Pada Jumat Legi (13/2/2026), Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) aktif erupsi.  Tercacat Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu tujuh (7) kali meletus pada hari pertama dalam siklus hari pasaran Jawa dan Bali.

Menurut laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam tujuh kali erupsi itu, Gunung Semeru tiga kali melontarkan kolom abu setinggi 1.000 meter atau 1 km.

Dalam laporan yang dibuat Petugas PVMG Mukdas Sofian, A.Md. dan Sigit Rian Alfian, erupsi dengan kolom abu setinggi 1 km itu terjadi ketika Gunung Semeru erupsi di awal Jumat pukul 07:42, kemudian 10.56 dan 12.46 WIB.

 “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 13 Februari 2026, pukul 12:46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 178 detik,” tulis Mukdas Sofian dalam laporannya tentang tinggi kolom abu 1 km dari salah satu erupsi Gunung semeru.

Mukdas Sofian juga melaporkan, erupsi Gunung Semeru pukul 14.31 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Sebelumnya pukul 14.22 WIB tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut).

Advertisement

Sedangkan pada erupsi pukul 20.02 dan 20.46 WIB menurut Sigit Rian Alfian, visual letusan erupsi Gunung Semeru tidak teramati.

Melihat aktivitas Gunung Semeru yang berada dalam status level III atau siaga, PVMG memberikan rekomendasi:

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement