Nasional
Target 0% Kemiskinan Ekstrem, Menko Muhaimin Luncurkan Gerakan ‘Indonesia Berdaya’

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi nasional dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan penanggulangan kemiskinan melalui Gerakan Indonesia Berdaya. (Kemenko PM)
FAKTUAL INDONESIA: Pemerintah Indonesia resmi menabuh genderang perang yang lebih sistematis terhadap kemiskinan. Melalui Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, pemerintah meluncurkan Gerakan Indonesia Berdaya dengan mengusung tema “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” di Masjid Istiqlal, Kamis (12/2/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah misi besar untuk menyatukan kekuatan pemerintah dengan jaringan filantropi nasional dalam satu ekosistem kolaborasi yang solid.
Meski angka kemiskinan nasional telah menyusut hingga 8,25% per September 2025, Menko Muhaimin menegaskan bahwa perjuangan belum usai. Dia menyoroti tantangan “kemiskinan baru” yang kerap muncul akibat musibah berulang.
“Kemiskinan tidak boleh menjadi realitas struktural, kultural, apalagi warisan. Kita ingin memutus rantai itu agar masyarakat tidak hanya sekadar bertahan hidup, tapi benar-benar berdaya secara permanen,” tegas pria yang akrab disapa Gus Imin tersebut.
Targetnya tidak main-main: 0% kemiskinan ekstrem di tahun 2026 dan menekan angka kemiskinan umum hingga di bawah 5% pada 2029.
Strategi: Dari Penerima Menjadi Memberi
Pemerintah kini menggeser paradigma dari sekadar bantuan sosial (karitatif) yang terputus, menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan. Salah satu indikator keberhasilan yang dipasang oleh Menko PM adalah transformasi sosial yang nyata.
Transformasi Mustahik ke Muzaki: Mendorong masyarakat penerima bantuan (mustahik) agar kelak mampu naik kelas menjadi pemberi bantuan (muzaki).
Instrumen Utama: Penguatan UMKM, akses permodalan, program padat karya produktif, serta peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Akurasi Data: Penyempurnaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar intervensi kebijakan benar-benar “tembak sasaran”.
Sinergi di Bulan Suci
Peluncuran yang bertepatan dengan momentum Ramadan ini juga menjadi ajang aksi nyata. Berkolaborasi dengan ratusan lembaga filantropi, acara ini diwarnai dengan penyaluran:
* 1.000 bingkisan untuk anak yatim.
* 10.000 paket buka puasa sunnah bagi masyarakat umum.
* Bantuan recovery untuk wilayah Sumatra senilai Rp4,1 miliar.
Menko PM meyakini bahwa kekuatan filantropi, pesantren, dan komunitas sosial adalah mitra strategis yang memiliki pengalaman lapangan yang luar biasa. Dengan kolaborasi ini, ekosistem pemberdayaan masyarakat diharapkan menjadi fondasi menuju Indonesia yang adil dan sejahtera. ***














