Connect with us

Internasional

Ada Ular Mati di Hidangan Makan Siang Gratis, 100 Anak di India Jatuh Sakit Usai Menyantapnya

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ada Ular Mati di Hidangan Makan Siang Gratis, 100 Anak di India Jatuh Sakit Usai Menyantapnya

100 anak di India jatuh sakit setelah memakan makan siang sekolah yang disajikan ada seekor ular mati ditemukan dalam makanan tersebut

FAKTUAL INDONESIA: Badan hak asasi manusia India mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan lebih dari 100 anak jatuh sakit setelah memakan makan siang sekolah yang disajikan ada seekor ular mati ditemukan dalam makanan tersebut.

“Kabarnya, si juru masak menyajikan makanan tersebut kepada anak-anak setelah mengeluarkan seekor ular mati dari dalamnya,” kata Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (NHRC) dalam sebuah pernyataan, Kamis (1/5/2025).

Baca Juga : Pemerintah Jepang Bakal Bantu Presiden Terpilih Prabowo untuk Wujudkan Makan Siang Gratis

Makanan tersebut disajikan minggu lalu di sebuah sekolah yang dikelola pemerintah di kota Mokama di Bihar, salah satu negara bagian termiskin di India, katanya.

Seperti dilansir abs-cbn.com, komisi tersebut menuntut pejabat pemerintah setempat dan polisi menyelidiki laporan media bahwa “lebih dari 100 anak jatuh sakit” setelah memakan makan siang sekolah.

Peristiwa ini memicu demonstrasi marah dari keluarga anak-anak.

Advertisement

“Berita tentang anak-anak yang jatuh sakit, karena mengonsumsi makan siang, menyebabkan pemblokiran jalan oleh warga desa yang berunjuk rasa,” katanya.

Makan siang gratis ditawarkan kepada jutaan anak di sekolah-sekolah pemerintah di seluruh India, yang dilihat oleh pihak berwenang sebagai cara untuk mendorong anak-anak melanjutkan pendidikan mereka.

Baca Juga : Narendra Modi Berbagi Pengalaman Terkait Makan Bergizi Gratis kepada Prabowo

Komisi tersebut mengatakan pihaknya menuntut “laporan terperinci” dari pejabat senior negara dan polisi, termasuk “status kesehatan anak-anak”.

Dikatakannya bahwa laporan tersebut, jika dikonfirmasi, menimbulkan “masalah serius pelanggaran hak asasi manusia terhadap para pelajar,” tambah pernyataan itu.

Pada tahun 2013, sebanyak 23 anak sekolah meninggal setelah disuguhi makanan yang dicampur pestisida di distrik Saran, Bihar. Bencana tersebut mendorong pemerintah untuk meningkatkan keamanan pangan di sekolah.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement