Connect with us

Internasional

Microsoft Down, Sedikitnya 4.400 Penerbangan di Seluruh Dunia Terganggu

Diterbitkan

pada

Microsoft Down, Sedikitnya 4.400 Penerbangan di Seluruh Dunia Terganggu

Sebanyak 4.400 penerbangan di dunia dibatalkan gegara microsoft down. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Sedikitnya 4.400 penerbangan di seluruh dunia dibatalkan dan lebih dari 39.700 lainnya ditunda akibat gangguan teknologi informasi (TI), kata FlightAware. Terkait hal ini, CrowdStrike tegaskan bukan karena serangan siber.

Jumlah penerbangan yang ditunda tersebut tercatat pada Jumat (19/7/2024) pukul 23.00 GMT atau Sabtu pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya pada Jumat, kata FlightAware di lamannya, ada lebih dari 3.200 penerbangan yang dibatalkan dan sedikitnya 29.300 ditunda di berbagai belahan dunia.

Baca Juga : 11 Saham Utama Turun, Wall Street Dibuka Jatuh

“Total penerbangan yang ditunda hari ini: 39.786… Total yang dibatalkan hari ini: 4.417,” menurut data perusahaan itu.

Kalangan perusahaan layanan telekomunikasi, bank, dan maskapai penerbangan di seluruh dunia pada Jumat pagi terkena dampak gangguan global peralatan berbasis Windows.

Advertisement

Sementara itu, CrowdStrike, perusahaan teknologi Amerika Serikat bidang keamanan siber, membenarkan laporan bahwa gangguan global terjadi terkait karena ada pembaruan aplikasi keamanan siber Falcon Sensor.

Layanan cloud Microsoft sempat mengalami down di seluruh dunia, sehingga menyebabkan layanan bank, bandara, dan banyak perusahaan sempat lumpuh. Penyebabnya karena pembaruan dalam software keamanan milik CrowdStrike mengalami masalah, sehingga menyebabkan sistem terkait down.

Dilansir dari AP, Sabtu (20/7/2024), pihak CrowdStrike menegaskan, masalah ini bukan akibat peretasan atau serangan siber. Masalah ini terkait dengan sensor Falcon, salah satu produk mereka yang digunakan untuk memblokir serangan daring.

Pihak CrowdStrike juga meminta maaf dan mengatakan perbaikan sedang berlangsung. Beberapa sistem memerlukan perbaikan manual yang memakan waktu.

Akibat kejadian ini, ribuan penerbangan dibatalkan dan puluhan ribu penerbangan tertunda, sehingga menyebabkan antrean panjang di bandara di Amerika Serikat (AS), Eropa, Asia, dan Amerika Latin. Maskapai kehilangan akses ke layanan check-in dan pemesanan.

Advertisement

Menjelang Jumat (19/7/2024) sore, situasi buruk mulai mereda, meskipun masih ada pembatalan dan penundaan akibat dampak lanjutan dari gangguan tersebut.

Kami sangat menyesal atas dampak yang ditimbulkan kepada pelanggan, wisatawan, dan siapa pun yang terdampak oleh hal ini. Kami tahu apa masalahnya dan terus berupaya memperbaikinya,” kata CEO CrowdStrike George Kurtz.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement