Connect with us

Nusantara

Pindah ke Pasar Darurat, Pedagang Pasar Mebel Gilingan Solo Mengeluh

Diterbitkan

pada

 

Pedagang Pasar Mebel Gilingan dipindah ke pasar darurat sebelum dipindahkan ke lokasi baru. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pedagang Pasar Mebel Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, mulai menempati pasar darurat di Kawasan Setabelan, Banjarsari, Solo, Senin (23/5/2022). Menyusul akan dibangunnya sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di lokasi lama.

Sejumlah pedagang mengaku kecewa ditempatkan di pasar darurat tersebut. Mereka juga belum bisa menerima pemindahan Pasar Mebel Gilingan ke lokasi baru di eks makam Mojo, Jebres.

Dinas Perdagangan Kota Solo, menyediakan dua lokasi untuk pasar darurat yakni di sisi selatan Kantor Dinas Pendidikan Kota Solo dan sisi timur Taman Setabelan, Banjarsari.

“Harapan pedagang tidak dibuang ke bekas makam di Bong Mojo, karena dulu kami dulu juga menempati bekas makam di Pasar Mebel Gilingan, sekarang dibuang lagi ke bekas makam,” ujar salah satu pedagang, Suamah (55).

Advertisement

Dirinya juga mengeluhkan kondisi pasar darurat yang tidak bis amenampung semua barang dagangan mereka. Sehingga mereka harus mengontrak bangunan yang harga sewanya sangat mahal.

“Bayangkan dua tahun pandemi, sekarang di pindah di pasar darurat, ini tidak bisa mencukupi semua barang jadi harus kontrak. Mahal satu tahun Rp10 juta , uang dari mana,” katanya.

Sedangkan pedagang lainnya, Kelik Yulianto (62) berharap di lokasi baru nantinya bisa dibangunkan satu ruangan khusus untuk produksi.

“Karena kalau hanya ruangan berjualan, tidak ada tempat untuk produksi,” kata Kelik.

Sementara itu saat pindahan pedagang ke pasar darurat, yang sedianya dihadiri Wali Kota Solo, GIbran Rakabuming Raka akhirnya hanya dihadiri Sekda Kota Solo, Ahyani. Hal ini juga menambah kekecewanaan pedagang, karena mereka tidak bisa menyampaikan secara langsung keluhan mereka.

Advertisement

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Heru Sunardi pada kesempatan yang sama  mengatakan jumlah total pedagang Pasar Mebel Gilingan ada sebanyak 85 pedagang terdiri los dan pelataran.

Sementara pasar darurat yang disiapkan ada 48 kios terdiri 20 kios di sisi selatan Kantor Disdik dan 28 di timur Taman Setabalan.

“Di sini yang menempati 48 pedagang walaupun total pedagang 85 orang. Tapi ada yang memiliki kios lebih dari satu. Terus yang pelataran kemarin minta difasilitasi di sisi selatan kan ada 11 pedagang,” jelas Heru.

Di pasar darurat tersebut, Pemkot Solo juga telah menyediakan fasilitas umum berupa jaringan listrik. Tetapi pedagang tidak diperbolehkan melakukan kegioatan produksi di lokasi tersebut karena daya listrik tidak mencukupi.

“Tapi jika ada pedagang yang menginginkan penambahan daya listrik tetap kami fasilitasi. Pedagang bisa mengajukan penambahan daya dan kami akan menerbitkan surat rekomendasi untuk lampiran mengajukan ke PLN,” jelasnya lagi.

Advertisement

Di tempat terpisah,Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan jika ada keluhan dari pedagang di hari pertama berada di pasar darurat, menurutnya hal biasa.

“Nanti kalau ada kekurangan kita benahi. Pemkot Solo kan juga komitmen membangunkan pasar baru,” ujarnya. ***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement