Connect with us

Politik

Viral Merokok Saat Sidang DPRD Jember Jadi Sorotan, Pengakuan dan Penyesalan Syahri di Hadapan Partai

Diterbitkan

pada

Viral anggota DPRD Jember merokok sambil main game saat rapat. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Ruang rapat DPRD Jember yang biasanya dipenuhi pembahasan kebijakan publik mendadak menjadi perhatian warganet. Bukan karena keputusan penting yang lahir dari forum tersebut, melainkan karena sebuah video singkat yang memperlihatkan anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, tengah bermain gim sambil merokok saat Rapat Dengar Pendapat berlangsung.

Video itu cepat menyebar di media sosial. Dalam hitungan jam, nama Syahri menjadi perbincangan publik. Banyak yang menilai tindakannya tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat, terlebih rapat tersebut merupakan forum resmi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Di tengah sorotan itu, kader muda Partai Gerindra berusia 25 tahun tersebut akhirnya hadir di hadapan Majelis Kehormatan DPP Gerindra di Jakarta Selatan, Jumat (15/5). Dengan wajah serius, Syahri mengakui kesalahannya dan menyebut tindakan tersebut sebagai kekhilafan.

“Saya menyesal dan meminta maaf kepada masyarakat. Itu baru pertama kali saya lakukan,” ujarnya usai menjalani sidang etik partai.

Bagi Syahri, viralnya video tersebut menjadi pelajaran besar dalam perjalanan politiknya yang masih relatif muda. Ia mengaku menerima sepenuhnya keputusan partai yang menjatuhkan teguran keras dan terakhir atas tindakannya.

Advertisement

Majelis Kehormatan Partai Gerindra menilai perilaku Syahri telah melanggar sejumlah aturan internal partai, terutama terkait kewajiban kader menjaga nama baik dan kehormatan partai. Dalam putusannya, partai juga memberikan peringatan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang dapat berujung pada pemecatan sebagai anggota DPRD Jember.

Sidang etik itu tak hanya membahas tindakan bermain gim dan merokok di ruang rapat, tetapi juga menyentuh soal disiplin dan etika seorang kader partai di ruang publik. Bagi Gerindra, perilaku kader tidak hanya dinilai saat berkampanye atau berbicara di depan publik, melainkan juga dalam keseharian, termasuk ketika mengikuti rapat resmi.

Kasus ini kemudian menjadi pengingat bahwa di era media sosial, gestur kecil di ruang sidang pun dapat dengan cepat menjadi perhatian nasional. Publik kini tidak hanya menilai hasil kerja para wakil rakyat, tetapi juga sikap dan perilaku mereka dalam menjalankan tugas.

Di Jember, video itu mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun bagi Syahri, dampaknya menjadi catatan panjang yang akan terus diingat dalam karier politiknya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement