Connect with us

Politik

Pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiang Dikebut, Siap Dihuni Warga Terdampak Bencana

Diterbitkan

pada

Pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiang Dikebut, Siap Dihuni Warga Terdampak Bencana

Rumah hunian sementara siap digunakan untuk para penyintas banjir di Sumatera. (Foto : Kepresidenan RI)

FAKTUAL-INDONESIA : Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat. Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) secara nonstop untuk memastikan warga terdampak bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang layak dan aman. Kini 600 Huntara tersebut kini telah memasuki tahap akhir dan siap dihuni.

Pengerjaan huntara dilakukan tanpa henti sejak beberapa hari terakhir dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat, relawan, hingga tenaga teknis.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Pemerintah menargetkan hunian sementara dapat segera digunakan sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.

Baca Juga : Hadir di Tengah Warga Terdampak Bencana dan Pimpin Rakor, Presiden Prabowo Pastikan Pemulihan Berjalan Cepat

Huntara yang dibangun dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Setiap unit dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti akses listrik, air bersih, serta ruang yang cukup untuk aktivitas keluarga. Selain itu, tata letak kawasan hunian juga memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan, termasuk akses jalan dan ruang komunal bagi warga.

Presiden Prabowo Subianto memastikan kesiapan rumah hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang untuk segera ditempati. Hunian sementara yang dibangun PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melalui percepatan pekerjaan yang dilakukan tanpa henti selama enam hari.

Advertisement

“Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat. Itu kewajiban kita sebagai pejabat dan pemimpin,” ujar Prabowo saat meninjau langsung rumah hunian Danantara yang dibangun untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026) seperti dikutip dari siaran pers Kepresidenan RI.

Baca Juga : Awal 2026, Presiden Pastikan Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang Berjalan Cepat

Pemerintah daerah menyatakan bahwa percepatan pembangunan huntara menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih normal. Kehadiran hunian sementara diharapkan dapat mengurangi beban psikologis warga yang selama ini harus bertahan di pengungsian dengan fasilitas terbatas.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan dukungan layanan dasar bagi penghuni huntara. Fasilitas kesehatan, dapur umum, serta bantuan logistik terus disalurkan guna memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi. Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif untuk menjamin seluruh proses berjalan sesuai rencana.

Baca Juga : Malam Tahun Baru di Lokasi Bencana, Presiden Prabowo Ajak Warga Berdoa Bersama

Warga terdampak menyambut positif percepatan pembangunan huntara tersebut. Mereka berharap hunian sementara ini dapat menjadi tempat tinggal yang aman hingga rumah permanen selesai dibangun. Bagi sebagian warga, kepastian tempat tinggal menjadi langkah awal untuk kembali menata kehidupan pascabencana.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan huntara bukanlah solusi akhir, melainkan bagian dari tahapan pemulihan. Setelah fase hunian sementara, proses pembangunan rumah tetap akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Evaluasi dan pendataan terus dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Advertisement

Dengan pengerjaan yang dilakukan secara nonstop, pemerintah optimistis pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat. Kehadiran huntara yang siap huni diharapkan menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat menghadapi masa sulit, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement