Connect with us

Politik

KPU Tetap Tolak Lima Partai yang Menang Gugatan, Ini Alasannya

Avatar

Diterbitkan

pada

KPU tetap tolak lima parpol yang menang gugatan di Bawaslu. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap tak meloloskan lima partai yang telah memenangkan gugatan di Bawaslu RI beberapa waktu lalu. Mengapa?

Kelima partai itu adalah Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), Partai Republik, Partai Republiku Indonesia, serta Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).

Namun, KPU tetap tidak meloloskan mereka karena tidak lolos verifikasi administrasi setelah diberi kesempatan untuk memperbaiki dokumen. KPU menyatakan kelimanya tetap tidak memenuhi syarat.

“Status: tidak memenuhi syarat,” demikian Pengumuman KPU RI Nomor 12/PL.01.1-Pu/05/2022 tentang Rekapitulasi Hasil Verifikasi Administrasi Partai Pemilu Calon Peserta Pemilu 2024 Pascaputusan Bawaslu Minggu (20/11/2022).

Pengumuman itu diteken pada Jumat (18/11/2022) oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari. Secara terpisah, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI Idham Holik memastikan pengumuman ini telah disampaikan kepada kelima parpol terkait.

Advertisement

“(Sudah disampaikan) melalui Sipol,” kata Idham kepada wartawan.

Diketahui, KPU sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada kelima parpol tersebut untuk melakukan perbaikan dokumen melalui Sipol pada Senin (7/11) lalu. Mereka diberi waktu selama 1×24 jam untuk mengunggah dokumen perbaikan tersebut.

Seperti diketahui Bawaslu menggelar sidang soal gugatan verifikasi pendaftaran pemilu. Ada lima partai yang gugatannya dikabulkan, mereka adalah Partai Prima, PKPI, Partai Republik, Partai Republik Indonesia, dan Partai Parsindo. Masing-masing partai melaksanakan sidang secara terpisah.

Dalam sidang gugatan Partai Republik, sidang dipimpin oleh ketua majelis pemeriksa sekaligus Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dan anggota majelis Puadi, Totok Hariyono dan Lolly Suhenti. Dalam sidang ini Majelis Pemeriksa memutus untuk menerima permohonan sebagian pemohon.***

 

Advertisement

 

 

 

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca