Politik
Demontrasi Indonesia Gelap Makin Meluas, Tuntutan Bertambah jadi 9 Termasuk Tolak Cawe-cawe Jokowi

Aksi unjuk rasa Indonesia Gelap yang dimotori para mahasiswa di kawasan Patung Kuda Jakarta, Kamis (20/2/2025), makin meluas dengan tuntutan yang bertambah
FAKTUAL INDONESIA: Demontrasi bertajuk Indonesia Gelap yang dimotori para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bukan saja makin meluas dengan hadirnya masyarakat sipil dan kaum ibu-ibu juga tuntutan yang dilontarkan bertambah menjadi 9 dari 5 sebelumnya.
Para demonstran yang melakukan aksi demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (20/2/2025), menyoroti berbagai persoalan sosial yang dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat, seperti permasalahan pagar laut, kelangkaan gas 3 kg, dan berbagai kebijakan lain.
Dalam aksi yang makin menguat para demontrans juga menuntut tolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo dan tolak imunitas jaksa dan asas dominus litis.
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) menggelar demonstrasi menuntut tolak rangkap jabatan.
Baca Juga : Demo BEM SI di Patung Kuda Jakarta, Meminta Pemerintah Transparan dan Penuhi Sejumlah Tuntutan Lain
Mereka menyuarakan berbagai tuntutan terhadap Presiden Prabowo yang dinilai telah mengeluarkan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Para mahasiswa yang hadir juga terlihat membawa berbagai macam spanduk untuk menyuarakan aspirasinya.
Ada beberapa mahasiswa yang membawa spanduk bertuliskan “Tolak Imunitas Kejaksaan” dan “#tolakasasdominuslitis”.
Ada juga yang membawa tulisan “Tolak dominasi Kejaksaan dan RUU Kejaksaan”.
“Kami mahasiswa dari berbagai penjuru daerah Indonesia dari Jakarta sampai Mataram berkumpul hari ini untuk menyampaikan aspirasi,” ujar seorang mahasiswa dalam orasinya.
Mereka mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Herianto menjelaskan pihaknya juga membawa 9 tuntutan lainnya, seperti kaji ulang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Baca Juga : Masih Belum Mendapat Perhatian Pemerintah, Tenaga Honorer Lakukan Aksi Demo di Depan Gedung DPR/MPR Jakarta
Kedua, transparansi status pembangunan dan pajak rakyat, kemudian evaluasi besar-besaran Makan Bergizi Gratis, tolak Revisi UU Minerba yang bermasalah.
Selain itu ada pula tolak Dwifungsi TNI, sahkan RUU Perampasan Aset, tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional, tolak impunitas dan tuntaskan pelanggaran HAM berat.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta kepada mahasiswa peserta unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna, Monas, Jakarta, untuk bersama-sama memperbaiki kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat.
“Mana yang kurang tepat, mari kita perbaiki bersama-sama,” kata Mensesneg Prasetyo di hadapan para mahasiswa itu.
Mensesneg mengajak kepada para mahasiswa untuk menunjuk perwakilannya bertemu dan berdiskusi mencari solusi serta berikan masukan kepada pemerintah mana saja poin yang kurang tepat.
“Tunjuk perwakilan-perwakilan saudara, kita berdialog, kita berdiskusi, yang konstruktif, berikan masukan,” katanya. ***













