Connect with us

Lapsus

Mal Dibuka, Pengusaha Lega

Diterbitkan

pada

Mal dibuka dengan penjagaan protokol kesehatan ketat. (Ist).

Mal dibuka dengan penjagaan protokol kesehatan ketat. (Ist).

FAKTUALid – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang terus diperpanjang, membuat rakyat kian sengsara. Terutama pada karyawan toko di mal-mal, mereka terpaksa bediam di rumah karena mal tidak boleh buka.

Namun setelah beberapa kali perpanjangan, pada perpanjangan  PPKM Level 4 tanggal 10 Agustus hingga 16 Agustus, ada kebijakan baru dimana mal boleh buka dengan kapasitas 25 Persen. Pembukaan mal 25 persen dengan syarat hanya mereka yang sudah divaksin boleh masuk mal, disambut baik oleh Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia  (APPBI).

Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, pembukaan mal ini meski dalam tahap uji coba bisa merangsang orang untuk divaksin. Pasalnya, kalau mereka ingin ke mal harus menunjukkan kartu bahwa mereka sudah divaksin.

“APPBI menyambut baik pelonggaran atas pusat perbelanjaan khususnya yang berlokasi diempat kota, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan kapasitas 25 persen. Paling tidak ada kegiatan di mal meski belum dapat meringankan para pelaku usaha,” kata Alphonzus.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah dengan hanya membatasi pengunjung toko di mal 25 persen dari kapasitas.

Advertisement

Selain itu, Budihardjo juga akan memperketat pengunjung yang mendatangi mal dengan mengecek apakah sudah divaksin atau belum.

Menurutnya, upaya ini adalah langkah sebagai new normal dan ia melihat, syarat ini akan menjadi sebuah kebiasaan bagi masyarakat yang akan berkunjung ke mal.

“Kami melihat upayanya ada new normal, wajib vaksin di semua fasilitas umum dan kita coba ditoko-toko, ya seperti detector bom dulu kan engga ada sekarang kemana-mana sudah biasa, ini akan ada semacam seperti itu, pengecekan vaksin kalau sudah vaksin boleh masuk, ya kita harus dukung upaya program nasional ini,” ucap Budihardjo.

Menurutnya, pemerintah melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan di 138 pusat perbelanjaan dan mal di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Masa uji coba akan berlangsung selama satu minggu, yaitu pada 10-16 Agustus 2021.

Pelaksanaan uji coba ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No 30 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Advertisement

Budihardjo menyatakan bahwa para tenant secara umum sudah siap beraktivitas kembali dengan berjualan di mal. Namun, persoalan modal yang cekak tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu tantangan saat ini.

“Makanya kita mengusulkan agar usaha kecil mikro yang nilainya di bawah Rp 10 miliar dapat bantuan pinjaman langsung dari pemerintah. Karena kasihan mereka mungkin sudah kesulitan juga,” kata Budihardjo.

Banyak pelaku usaha yang sudah gulung tikar akibat ketidakpastian situasi selama pandemi. Selama 1,5 tahun ini pemerintah sudah beberapa kali membuka-tutup mal, alhasil investasi yang dikeluarkan ketika buka kembali terbuang percuma.

Di sisi lain, pelaku usaha juga perlu memanggil lagi para pekerjanya yang selama sebulan lebih ini dirumahkan. Pasalnya, ketika tidak ada aktivitas di mal, maka pekerja juga tidak bisa kembali bekerja.

“Pekerja sudah dipanggil, namun nggak semuanya, karena kapasitas kan cuma 25 persen. Kaya restoran nggak memanggil pekerjanya langsung semua, namun bertahap,” kata Budihardjo.

Advertisement

Sayangnya pemerintah memberikan pengumuman resmi pembukaan mal H-1 sebelum resmi dibuka kembali. Alhasil, belum semua pelaku usaha siap karena persiapan yang pendek.

“Baru dapat kisi-kisi laporan, yang pasti belum sepenuhnya (buka), apalagi secara nasional ada beberapa daerah yang melarang. Tapi di kota besar seperti Jakarta, Bandung sudah mulai diizinkan dengan syarat-syarat tertentu,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin.

“Jakarta, Bandung belum semuanya karena sejak diumumkan perlu persiapan, artinya dari sisi kebersihan, kesiapan penyewa dan lainnya perlu persiapan,” kata Solihin.

Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, tidak semua pekerja saat ini berada di Ibu Kota dan siap kembali bekerja. Kemungkinan ada yang pulang kampung karena tidak mendapatkan penghasilan di Jakarta. Meski demikian, sebagian pekerja sudah mulai siap.

“Meskipun belum bisa full tapi setidaknya sudah ada harapan bahwa mal bisa kembali jalan. Setidaknya ini jadi setitik cahaya,” katanya.

Advertisement

Keraguan ini tidak lepas dari pengalaman sebelumnya karena pemerintah juga beberapa kali mengubah kebijakan buka-tutup mal selama 1,5 tahun ini. Ketidakpastian itu berpengaruh terhadap keraguan pelaku usaha untuk beroperasi kembali.

“Makanya antisipasi buka tutup kembali, dibuat SOP yang dirumuskan dengan pemerintah,” lanjutnya.

Pelaku usaha menginginkan agar adanya kepastian iklim usaha agar usaha bisa tetap berjalan. Apalagi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sudah memberi aba-aba pemberian sanksi jika ada pelanggaran. Tentu, ini di sisi lain buat memotivasi pengelola mal, di sisi lain sinyal ketidakpastian, tiba-tiba lokasi mal bisa ditutup bila ditemukan klaster kasus Covid-19.

“Apabila di kemudian hari ditemukan kasus positif Covid-19, pusat perbelanjaan atau mal tersebut akan ditutup selama tiga hari,” tegas Lutfi. (berbagai sumber) ***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement