Olahraga
ASEAN Para Games 2022- Perdana Ikut APG, Cabor Boccia Indonesia Raih 1 Emas, 4 Perak, 6 Perunggu

Atlet boccia Indonesia peraih medali perak APG kategori tim (INASPOC/ Muhammad Solihin)
FAKTUAL-INDONESIA: Hingga hari terakhir pertandingan boccia ASEAN Para Games (APG) XI Solo, Indonesia meraih 1 emas, 4 perak dan 6 perunggu.
Di hari terakhir pertandingan cabang olahraga (cabor) boccia APG XI Jumat (5/8/2022) di Hall FKOR UNS, Indonesia berhasil menambah 2 medali perak.
Sedangkan Thailand, sesuai prediksi, masih mendominasi cabor ini dengan meraih 8 emas, dan 5 perak. Singapura meraih 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Serta Kamboja meraih 1 emas.
Tambahan 2 medali perak di hari terakhir pertandingan, diperoleh dari kategori tim kelas BC1/BC2 yang di pertandingan terakhir dikalahkan Thailand dengan skor 6-11. Serta kategori mixed pair BC4, pasangan Fendy Kurnia Pamungkas/Wening Prabawati dikalahkan atlet Thailand Chalisa Khiawjantra/ Pornchok Larpye dengan skor 1-6.
“Alhamdulillah bisa meraih 1 emas, 4 perak dan 6 perunggu. Di keikutsertaan yang pertama ini anak-anak bisa menampilkan kemampuan yang luar biasa buat kita .Saya sangat bangga mereka bermain sangat bagus dan terus berjuang,” jelas Pelatih Kepala Boccia Indonesia, Muhammad Bram Riyadi, yang ditemui di Hall FKOR UNS Solo.
Perolehan medali di ajang APG XI ini menurut Bram sesuai dengan target. Karena secara analisis, Thailand membawa kekuatan atletnya yang sudah memiliki grade teratas ranking dunia.
Diakuinya, selama pertandingan di APG XI, lawan terkuat masih Thailand. Indonesia masih kalah pengalaman dibandingkan dengan Thailand yang sudah mengenal boccia ini sejak 20 tahun lalu itu sedangkan Indonesia baru 3 tahun terakhir. Bahkan Indonesia baru pertama kali ikut di event APG XI.
“Target 1 emas kita sebenarnya dari kategori individual female BC2, Gischa Zayana, tetapi di sini dia kurang beruntung karena hanya terpaut 1 poin saja dari peraih emas. Sedangkan untuk kategori BC4 tidak kita targetkan karena lawan disana ada Thailand,” jelasnya lagi.
Tetapi justru dari kelas individual female BC4, Wening Prabawati mampu meraih medali emas dengan mengalahkan Thailand. Atlet-atlet Boccia Indonesia yang turun di APG XI Solo ada yang atlet baru dan atlet yang sudah lama bergabung di Pelatnas.
“Ada yang hasil berburu dari Peparnas Papua tapi ada juga yang sudah lebih dulu di Pelatnas,” katanya.
Setelah APG XI Solo, Tim Boccia Indonesia akan terbang ke Polandia untuk melakukan tryout untuk persiapan menuju event yang lebih besar yakni Asian Paragames, Guangzhou Cina.
“Di Asian Paragames kita hanya ada 5 slot pemain yang sudah masuk ranking asia. Yakni Handayani di kelas BC1 female, Muhammad Afrizal Syafa di kelas BC1 male, Gischa Zayana di kelas BC2 female, dan untuk kategori male ada Felix Ardi Yuda dan Muhammad Bintang Satria,” paparnya.
Selain persiapan Asian Paragames Guangzhou, atlet-atlet Indonesia juga harus mempersiapkan kembali untuk mengikuti event APG XII di Kamboja.
“Kalau untuk ajang Paralimpic, saat ini kita fokus untuk mengumpulkan poin dulu sebelum masuk ke sana,” pungkasnya.***











