Olahraga
Guardiola Dijegal Tuchel, Ambisi Pecahkan Rekor Pelatih Juara Liga Champions Gagal
Pep Guardiola. (Istimewa)FaktualID – Thomas Tuchel sukses menjegal ambisi Pep Guardiola yang di ambang memecahkan rekor sebagai pelatih keempat yang bisa menjuarai Liga Champions sepanjang karier kepelatihannya.
Setelah sekian lama gagal membimbing tim yang ditanganinya mencapai final Liga Champions, Guardiola berkesempatan menyamai rekor Bob Paisley, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane saat Manchester City memesan tempat di Stadion Dragao.
Namun, yang terjadi kemudian di Dragao pada Sabtu waktu setempat (Minggu WIB) adalah Tuchel mampu membimbing Chelsea mengalahkan City-nya Guardiola dengan skor 1-0 untuk menjadi juara Liga Champions
Tuchel praktis mengobati kekecewaannya yang gagal mengantarkan Paris Saint-Germain juara Liga Champions musim lalu.
Di waktu bersamaan, ia juga tren pelatih-pelatih asal Jerman menjuarai Liga Champions dalam tiga musim terakhir.
Tuchel mengikuti jejak Juergen Klopp yang membawa Liverpool juara pada 2019 dan Hansi Flick bersama Bayern Muenchen musim lalu.
Secara keseluruhan, Tuchel adalah pelatih ke-43 yang pernah mengangkat trofi paling bergengsi di kompetisi klub Eropa.
Janji Guardiola
Pep Guardiola berjanji akan membawa Manchester City ke final Liga Champions lagi setelah pengalaman perdana mereka berakhir dengan kekalahan 0-1 melawan Chelsea di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).
Kendati kalah karena gol semata wayang Kai Havertz, Guardiola menilai City bermain bagus di final Liga Champions pertama mereka sepanjang masa tersebut.
“Laga yang ketat. Untuk tim yang baru pertama kali tampil di final Liga Champions, kami menyajikan final yang bagus,” kata Guardiola selepas laga kepada BT Sport dilansir laman resmi UEFA.
“Kami memperlihatkan keberanian, terutama di babak kedua. Para pemain melakukan dan mempertaruhkan segalanya. Sayang kami tidak bisa mencetak gol karena pertahanan mereka sangat kuat. Tapi kami akan kembali lagi suatu hari nanti,” ujarnya menambahkan.
Guardiola juga membela strategi serta susunan pemain yang ia terapkan.
City bermain tanpa gelandang bertahan sepanjang babak pertama yang biasanya berfungsi mematahkan serangan lawan.
Sementara itu di lini depan, Guardiola melanjutkan preferensinya tampil tanpa penyerang murni dan memaksakan Kevin de Bruyne di garis terdepan bersama Raheem Sterling dan Riyad Mahrez.
Kedua hal itu berubah di babak kedua ketika Fernandinho masuk, juga Gabriel Jesus dan Sergio Aguero, tetapi langkah tersebut tak cukup untuk membongkar lini pertahanan disiplin yang diterapkan para pemain Chelsea.
“Saya melakukan yang terbaik dengan susunan pemain. Saya berusaha memilih susunan terbaik untuk memenangi pertandingan,” ujar Guardiola.
“Kami kesulitan mematahkan garis mereka di babak pertama. Babak kedua lebih baik, tetapi menghadapi struktur pertahanan Chelsea tidaklah mudah. Kami kelimpungan mengantisipasi bola panjang juga bola-bola kesempatan kedua. Di momen seperti itu selalu dibutuhkan penampilan inspiratif,” katanya melengkapi.
Kendati gagal menjuarai Liga Champions, Guardiola meyakini City menjalani musim yang luar biasa.
“Kami berusaha, tetapi gagal dan itu membuat kami wajib bekerja lebih keras mulai dari sekarang,” katanya.
“Sekarang saya ingin pulang dulu, bertemu keluarga, sudah lama. Sesudah itu saya akan kembali ke klub. Ini akan menjadi klub terbaik di dunia untuk beberapa tahun ke depan,” tutup Guardiola.
Guardiola menutup musim 2020/21 dengan raihan gelar juara Liga Premier Inggris dan trofi Piala Liga Inggris bagi City, yang terhenti di semifinal Piala FA serta cuma jadi runner-up Liga Champions.
Berikut daftar pelatih yang pernah menjuarai Liga Champions:
3 – Bob Paisley (1977, 1978 & 1981 – Liverpool); Carlo Ancelotti (2003 & 2007 – AC Milan; 2014 – Real Madrid); Zinedine Zidane (2016, 2017 & 2018 – Real Madrid)
2 – Jose Villalonga (1956 & 1957 – Real Madrid); Luis Carniglia (1958 & 1959 – Real Madrid); Bela Guttmann (1961 & 1962 – Benfica); Helenio Herrera (1964 & 1965 – Inter Milan); Miguel Munoz (1960 & 1955 – Real Madrid); Nereo Rocco (1963 & 1969 – AC Milan); Stefan Kovacs (1972 & 1973 – Ajax); Dettmar Cramer (1975 & 1976 – Bayern Muenchen); Brian Clough (1979 & 1980 – Nottingham Forest); Ernst Happel (1970 – Feyenoord; 1983 – Hamburg SV); Arrigo Sacchi (1989 & 1990 – AC Milan); Ottmaz Hitzfield (1997 – Borussia Dortmund; 2001 – Bayern Muenchen); Vicente del Bosque (2000 & 2002 – Real Madrid); Alex Ferguson (1999 & 2008 – Manchester United); Jose Mourinho (2004 – Porto; 2010 – Inter Milan); Pep Guardiola (2009 & 2011 – Barcelona); Jupp Heynckes (1998 – Real Madrid; 2013 – Bayern Muenchen)
1 – Jock Stein (1967 – Celtic); Matt Busby (1968 – Manchester United); Rinus Michels (1971 – Ajax); Udo Lattek (1974 – Bayern Muenchen); Tony Barton (1982 – Aston Villa); Joe Fagan (1984 – Liverpool); Giovanni Trapattoni (1985 – Juventus); Emerich Jenei (1986 – Steaua Bucharest); Artur Jorge (1987 – Porto); Guus Hiddink (1988 – PSV Eindhoven); Ljupko Petroic (1991 – Red Star Belgrade); Johan Cruijff (1992 – Barcelona): Raymond Goethals (1993 – Marseille); Fabio Capello (1994 – AC Milan); Louis van Gaal (1995 – Ajax); Marcello Lippi (1996 – Juventus); Rafa Benitez (2005 – Liverpool); Frank Rijkaard (2006 – Barcelona); Roberto Di Matteo (2012 – Chelsea); Luis Enrique (2015 – Barcelona); Juergen Klopp (2019 – Liverpool); Hansi Flick (2020 – Bayern Muenchen); Thomas Tuchel (2021 – Chelsea). ***














