Connect with us

Olahraga

SEA Games 2021 Hanoi: Christo/Aldila Pertahankan Emas, Indonsia Bukan Lagi Raja Tenis di Asia Tenggara

Diterbitkan

pada

Ganda campuran Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi mempersembahkan satu-satunya medali emas tenis lapangan di SEA Games 2021 Hanoi. (Foto: Pelti)

FAKTUAL-INDONESIA: Cabor tenis lapangan masih menyisakan empat nomor final di SEA Games 2021 Hanoi di Hanaka Paris Ocean Park, Bac Ninh, Vietnam, Sabtu dan Minggu (21 & 22 Mei 2022). Namun bagi Indonesia, pesta olahraga antar bangsa kawasan Asia Tenggara ini berakhir lebih cepat. Tak ada lagi wakil Merah Putih yang berebut medali di tunggal dan ganda, baik putra maupun putri.

Raihan sekeping emas ganda campuran, Jumat (20/5/2022) , lewat ayunan raket Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat berhasil menyelamatkan muka tenis Indonesia. Lumayan, masih ada emas walau hanya semata wayang melengkapi satu perak beregu putra dan dua perunggu dari peregu dan ganda putri. Meski memang meleset jauh dari target dan prestasi SEA Games sebelumnya.

Di Manila, Filipina 2019, skuad Merah Putih keluar sebagai Juara Umum, berkalung tiga emas dan satu perunggu. Tapi Di  SEA Games 2021 Hanoi, tenis lapangan Indonesia hanya kebagian satu emas melalui Christo/aldila yang sukses pertahankan medali emas tersebut.

“Ini olahraga permainan, menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan,” ucap Ketum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar usai laga semi final ganda putri.

Rildo boleh saja berkilah seperti itu. Namun yang jelas adalah punggawa andalan tim Indonesia sudah tak lagi muda. Christo meski bilang masih bakal main empat atau lima tahun lagi, sudah berusia kepala tiga. Begitu pula Jessy dan Bea.

Advertisement

Bandingkan dengan Thailand yang mendominasi ajang ini, Dua tunggal putra Negeri Gajah Putih itu, Kasidit Samrej dan Yuttanan Charoenphon masih 21. Di sektor putri malah lebih ranum, Anchisa Chanta (19), Pimrada Jattavapornvanit (18), sementara Lanlana Tararudee masih 17.

Skuad Indonesia saat ini sebetulnya mirip dengan formasi Thailand di SEAG 2019 yang masih mengandalkan jago gaek, Tamarine Tanasugarn dan kembar Sonchat-Sanchai Ratiwattana. Hasilnya? Babak belur bin porak poranda.

Pertinyiinnyi, apakah tim Merah Putih mampu comeback stronger seperti Thailand saat ini, berjaya bersama petenis muda ketika berlaga di SEA Games Kamboja, tahun depan?

Pekerjaan rumah nan rumit buat induk organisasi tenis di Nusantara. Namun road map nan jitu untuk Kebangkitan Tenis Indonesia bakal jadi kampanye positif Rildo yang menyiratkan ingin kembali memimpin roda organisasi PP Pelti periode kedua di Munas, akhir tahun ini. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement