Connect with us

Olahraga

Kandaskan Badosa, Zidansek Jadi Petenis Slovenia Pertama ke Semifinal Prancis Terbuka

Diterbitkan

pada

Tamara Zidansek meluapkan kegemiraan ketika lolos pertama kali ke semifinal Prancis Terbuka. (ist)

FAKTUALid – Petenis bukan unggulan, Tamara Zidansek (Slovenia), mencatat prestasi gemilang lolos ke semifinal Grand Slam Prancis Terbuka 2021 sesudah mengandaskan Paula Badosa (Spanyol) lewat pertandingan seru tiga set 7-5, 4-6 dan 8-6, Selasa (8/7/2021), di Kompleks Roland Garros Paris Perancis.

Zidansek pun mencatatkan dirinya menjadi petenis putra pertama negeri yang sukses menembus hingga semifinal Grand Slam. Uniknya, memenangkan pertandingan lewat perpanjangan waktu keduanya di Roland Garros 2021. Sebab di babak semebulnya ia juga harus berjuang tiga set saat kedudukan 7-7 di set ketiga melawan Bianca Andreescu (Kanada) di putaran pertama Roland Garros, Tamara Zidansek memukul dua pukulan forehand untuk menyelamatkan break point sebelum menutup kemenangan perdananya dari petenis 10 Besar 6-7(1), 7-6(2) , 9-7.

Empat pertandingan kemudian, saat kedudukan 6-6 di set ketiga melawan Paula Badosa di perempat final, Zidansek melakukan dua pukulan forehand untuk menyelamatkan break point sebelum mencapai semifinal Grand Slam pertamanya 7-5, 4-6, 8-6.

Petenis peringkat 85 dunia berusia 23 tahun itu menjadi pemain pertama yang mewakili Slovenia yang lolos ke empat besar. Sebelum kemerdekaan negara itu pada tahun 1991, Mima Jausovec yang lahir di Maribor memenangkan Roland Garros pada tahun 1977 dan mencapai lima semifinal Grand Slam atau bermain lebih baik untuk bekas Yugoslavia. Alhasil, Zidansek akan menembus 50 Besar untuk pertama kalinya dalam peringkat WTA minggu depan.

“Rasanya luar biasa,” katanya kemudian. “Sulit untuk menerimanya secepat ini. Berbicara tentang kegelisahan hari ini […] itu adalah kesempatan besar bagi kami berdua untuk masuk ke semifinal, tapi saya kira saya berhasil menjaga ketenangan saya hari ini sedikit lebih baik. daripada dia.”

Advertisement

Lebih dari dua jam dan 26 menit permainan tenis yang mendebarkan, pertarungan saraf, dan perubahan momentum yang liar, Zidansek menemukan 48 pemenang berbanding 31 pemenang dari Badosa, dan mempertahankan unforced errornya menjadi 39 dibandingkan dengan Badosa 47. (***)

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement