Connect with us

Olahraga

Sukses SEA Games XXXIII 2025, Ketum KOI Okto: Pelajaran Penting Olahraga Tidak Bisa Dibangun Secara Instan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sukses SEA Games XXXIII 2025, Ketum KOI Okto: Pelajaran Penting Olahraga Tidak Bisa Dibangun Secara Instan

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/NOC Indonesia (tengah) pada acara jumpa pers tentang hasil Kontingen Merah Putih pada SEA Games XXXIII 2025 Thailand di Gedung KOI, Jakarta, Rabu (24/12/2025). (Gungde Ariwangsa)

FAKTUAL INDONESIA:  Sukses Kontingen Indonesia meraih posisi dua besar pada SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand menjadi lembaran penutup yang baik bagi dunia olehraga di Tanah Air. Hasil SEA Games di Negeri Gajah Putih itu melebihi ekspektasi dari yang dirancang dan ditargetkan semula.

“Ternyata keampuhan dari wejangan seorang presiden itu bisa melambungkan semangat dan antusias para atlet, ofisial yang tampil di Thailand. Istilah saya kemarin para atlet menggila karena dilepas Presiden RI Prabowo Subianto,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, kepada para awak media pada acara jumpa pers tentang sukses Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand di Gedung KOI, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga : Hanya Loloskan Aldila/ Janice ke Final, Tenis Gagal Pertahankan Juara Umum di SEA Games Thailand 2025

Menurut Okto, panggilan karib Raja Sapta Oktohari, raihan 91 medali emas, 111 perak dan 131 perunggu yang diraih Kontingen Indonesia  menjadi para meter pertama untuk ukuran di multievent karena SEA Games itu hanya 11 negara. Setelah ini Indonesia akan menghadapi Asian Games 45 negara dan Olimpiade 200 lebih negara.

Selain itu Okto menegaskan, hasil perjuangan para atlet Merah Putih di Thailand menjadi pelajaran penting bahwa olahraga tidak bisa dibangun secara instan. “Ketika tata kelola diperbaiki, atlet dilindungi, dan pembinaan dijalankan dengan konsisten, maka prestasi akan mengikuti. SEA Games Thailand 2025 menjadi momentum kebangkitan dan validasi bagi cabang-cabang yang sebelumnya sempat dipertanyakan,” ujar Okto.

Untuk itu dia  menegaskan komitmennya untuk menjadikan capaian SEA Games Thailand 2025 sebagai fondasi kuat menuju Asian Games dan Olimpiade, sekaligus menjaga kehormatan dan marwah Indonesia di panggung olahraga dunia.

Advertisement

Baca Juga : Atlet Modern Pentathlon Sumbang Satu Perak dan Satu Perunggu untuk Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025

Hasil SEA Games 2025 menjadi catatan penting bagi olahraga nasional, karena untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali menempati posisi runner-up SEA Games sejak terakhir kali diraih pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand. Tidak hanya itu, raihan 91 medali emas juga tercatat sebagai jumlah emas terbanyak ketiga yang pernah diraih Indonesia saat berlaga sebagai kontingen tandang sejak pertama kali berpartisipasi di SEA Games pada 1977.

Dalam catatan sejarah, prestasi tandang terbaik Indonesia sebelumnya terjadi pada SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan raihan 102 emas, disusul SEA Games Manila 1991 dengan 92 emas. Dengan capaian di Thailand 2025, Indonesia mencatatkan prestasi tandang terbaik dalam 32 tahun terakhir, melampaui SEA Games Singapura 1993 yang menghasilkan 88 emas.

Okto menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi pembinaan, mental juara atlet, serta kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem olahraga nasional.

“Target awal 80 emas berhasil dilampaui dengan raihan 91 emas. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kualitas perjuangan, daya saing, dan karakter atlet Indonesia di level Asia Tenggara,” ucap Okto.

Baca Juga : Tim Putri Raih Emas Pertama, Catur Beri Andil untuk Kotingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand

Keberhasilan Kontingen Indonesia ditopang oleh dominasi sejumlah cabang olahraga yang tampil sebagai juara umum. Panahan menjadi menyumbangkan 6 medali emas dan 2 perunggu, disusul bulutangkis juga mempertahankan tradisi prestasi dengan raihan 3 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.

Advertisement

Disusul triathlon yang mengoleksi 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu, serta panahan dengan 6 emas dan 2 perunggu.  Cabor wushu menyumbang 5 emas, sementara pencak silat dan sport climbing masing-masing tampil impresif dengan 4 emas. Selain itu, emas juga diraih dari cabang beregu dan permainan seperti futsal, hockey indoor, dan beach volleyball, menegaskan luasnya basis kekuatan olahraga Indonesia.

SEA Games Thailand 2025 juga menjadi panggung lahirnya rekor-rekor prestisius. Muhammad Iqbal Raja Prabowo mencetak Rekor SEA Games pada nomor Shooting Men’s 10m Air Pistol Individual dengan skor 582. Dari cabang atletik, Diva Renata Jayadi memecahkan Rekor SEA Games nomor Women’s Pole Vault lewat lompatan setinggi 4,35 meter.

Sementara itu, lifter Indonesia Rizki Juniansyah mengukir sejarah dengan memecahkan Rekor Dunia angkat besi Clean and Jerk kelas 79 kg dengan beban 205 kg, sekaligus mencatat Rekor Dunia Total dengan angkatan 365 kg.

SEA Games Thailand kali ini juga menandai lahirnya emas perdana bagi Indonesia di sejumlah cabang olahraga. Sejarah baru tercipta melalui raihan emas pertama dari petanque nomor men’s single, futsal putra, ice hockey putra, basketball 3×3 putri serta kabaddi nomor women’s three stars. Capaian ini menunjukkan keberhasilan ekspansi dan pemerataan pembinaan ke cabang-cabang non-tradisional.

Baca Juga : Petembak Dewi Laila Raih Medali Emas SEA Games Saat Hamil 4 Bulan

Dari sisi individu, sejumlah atlet tampil menonjol dengan raihan multi-medali. Atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi menjadi atlet tersukses dengan membawa pulang lima medali emas dari berbagai nomor beregu dan individu. Di cabang dragonboat, Mugi Harjito mengoleksi empat emas, satu perak, dan satu perunggu, sementara Angga Suwandi Putra, Dapit, dan Dedi Kusmayadi masing-masing menyumbangkan empat medali emas bagi Merah Putih.

Advertisement

“Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet Indonesia berjalan ke arah yang benar. Ada rekor, ada regenerasi, dan ada sejarah baru. Ini menjadi modal penting menuju agenda olahraga internasional berikutnya, Asian Games Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028,” ungkap Okto.

Sejumlah cabang olahraga lain juga patut mendapatkan sorotan atas pencapaian penting yang diraih di Thailand 2025. Tinju misalnya, yang kini berada di bawah induk organisasi baru (PERBATI) dan telah resmi diakui oleh IOC, menunjukkan kebangkitan signifikan dengan menyumbangkan 1 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu sekaligus menjadi sinyal positif bagi masa depan tinju Indonesia di level internasional, sekaligus menandai babak baru pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca Juga : Rekap Hasil SEA Games 2025 Thailand: Sandingkan Emas Beregu Putra Putri, Tim Tenis Indonesia Ulang Sejarah 24 Tahun Lalu

Dari cabang tenis meja, Tim Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan dengan menciptakan semifinal sesama atlet Indonesia, sebuah capaian prestisius yang menegaskan kekuatan regenerasi dan kedalaman skuad nasional. Status Indonesia Pingpong League (IPL) yang kini telah diakui oleh ITTF (International Table Tennis Federation), tenis meja Indonesia berhasil menutup SEA Games Thailand 2025 dengan raihan 1 medali perak dan 1 perunggu.

Sementara itu, atlet berkuda Indonesia berhasil mempersembahkan 2 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu di disiplin equestrian untuk menegaskan kemajuan signifikan pembinaan olahraga berkuda nasional yang selama ini dikenal menuntut kesiapan atlet, kuda, serta sistem pendukung berstandar internasional.

Okto menilai pencapaian tinju, tenis meja, dan equestrian di SEA Games Thailand 2025 sebagai bentuk pembuktian nyata atas proses pembenahan yang selama beberapa waktu terakhir dijalani masing-masing cabang olahraga.

Advertisement

“Prestasi tinju, tenis meja, dan equestrian di Thailand 2025 adalah pembuktian. Cabang-cabang ini sempat berada dalam sorotan dan menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari tata kelola organisasi hingga kepastian pengakuan internasional. Hari ini, mereka menjawabnya dengan prestasi di arena pertandingan,” tegas Okto. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement