Connect with us

Olahraga

Chairul Azmi Meninggal Dunia, Tuan Rumah PON 2024 Sumut Kehilangan Tokoh Penting

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sekum KONI Sumatera Utara Chairul Azmi Hutasuhut (kiri) dalam satu acara bersama para pelaku olahraga Sumut dan nasional

Sekum KONI Sumatera Utara Chairul Azmi Hutasuhut (kiri) dalam satu acara bersama para pelaku olahraga Sumut dan nasional

FAKTUAL-INDONESIA: Dunia olahraga Sumatera Utara yang kini tengah konsentrasi mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 kehilangan tokoh penting.

Drs Chairul Azmi Hutasuhut MPd yang menjabat Sekum KONI Sumut, Penasehat Pengprov WI Sumut dan Kabid Organisasi  PP WI Pusat, meninggal dunia di RS Madani Medan, beberapa jam setelah ia dibawa pihak keluarga karena merasa sesak nafat.

“Kita kehilangan tokoh penting, apalagi saat ini Sumut sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON XXI/2024. Selama ini almarhum sangat berperan dalam pembinaan dan kemajuan olahraga Sumut,” kata Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis.

Kepergiaan tokoh olahraga Sumatera Utara bertaraf nasional Chairul Azmi menghadap Sang Khaliq sangat mengejutkan banyak pihak, khususnya bagi orang-orang yang mengenalnya.

Pasalnya, selain tidak pernah mengeluh sakit, sehari sebelum berpulang, Chairul Azmi masih aktif melaksanakan tugasnya.

Advertisement

Tak pelak lagi, kepergian mendadak Chairul Azmi,  Selasa (30/8/2022) sekira pukul 02.00 dinihari WIB, membuat dunia olahraga Sumut kehilangan besar.

Pria kelahiran Medan 1 April 1958 tersebut, meninggalkan seorang istri, Dra Lafalinda dan dua orang anak,dr Iqbal Azhari dan Farhan Arafah serta seorang cucu.

Kepergiaan Chairul Azmi menghadap Sang Khaliq sangat mengejutkan banyak pihak, khususnya bagi orang-orang yang mengenalnya.

Seperti dituturkan John Lubis, sehari sebelum ajal menjemputnya, Chairul, demikian ia biasa disapa, masih menjalankan aktifitasnya  seperti biasa.

“Senin pagi kemarin, kami sama-sama di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumdis Gubsu Jalan Jenderal Sudirman mengikuti MoU KONI Sumut dengan Majelis Sukan Negara (MSN) Malaysia yang turut dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua KONI Pusat Marciano Norman,”  ujar John Lubis dengan mata berkaca-kaca.

Advertisement

Bahkan seusai acara, tambahnya, Chairul yang juga pernah menjabat PR II Unimed dan masih aktif mengajar di FIK Unimed, terus mengikuti rangkaian acara dan  menyelesaikan tugas-tugasnya di KONI Sumut.

“Papa sampai di rumah dari KONI Sumut sekira pukul 22.00 WIB. Kondisinya memang agak sedikit lemah. Dan sekira pukul 01.00 dinihari WIB, ia merasa sesak nafas, langsung kami larikan ke rumah sakit. Namun tidak berapa lama papa menghembuskan nafas terakhir ,” ujar putra bungsu almarhum, Fauzan Arafah.

Wakil Ketua II KONI Sumut H Sakiruddin SE MM menambahkan, almarhum di masa hayatnya tidak pernah mengeluh sakit, walau ia sendiri mungkin kurang sehat.

“Pekan lalu, kami baru sama melantikan KONI Padang Sidempuand an KONI Tapteng. Sekembali ke Medan, ia mempersiapkan rangkaian pelaksanaan   Musprov KBI Sumut. Bahkan Minggu kemarin ia ikut langsung menjemput Ketua KONI Pusat Marciao Norman dan juga menghadiri MoU KONI Sumut-MSN Malaysia di rumah dinas Gubsu,” ujar Sakiruddin.

Bagi insan olahraga Sumut bahkan nasional, sosok Chairul Azmi Hutasuhut sudah tidak asing lagi. Ini karena, lebih dari separuh usianya berkecimpung di olahraga.

Advertisement

Sejak SMOAC di Jakarta, ia sempat menjadi atlet gulat. Selanjutnya, pria yang dikenal ramah dan memiliki sosial tinggi ini, pernah  menyandang predikat wasit panahan internasional.

Di era 1980-an Chairul aktif di kepengurusan PASI Sumut. Ia bukan saja dipercaya dua periode menjadi Sekum PASI Sumut di bawah kepemimpinan Gus Irawan Pasaribu, tapi juga menjadi pengurus PB PASI di masa kepempiminan Bob Hasan (Alm).

Chairul Azmi juga dikenal aktif dan memiliki banyak peran mendukung pendiri Wushu Sumut Master Supandi Kusuma mengangkat prestasi Wushu provinsi ini di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kita sulit mencari sosok pengganti beliau. Ia banyak berperan untuk kemajuan Wushu Sumut. Kita  sangat kehilangan,” ujar Ketua Umum Pengprov WI Sumut Darseng Song.

Kepribadian Chairul yang peduli, perhatian, tulus ikhlas membantu dan selalu punya waktu untuk orang lain, membuat banyak orang terkesan kepada sosok almarhum.

Advertisement

Tidak heran, sejak pagi hingga jenazah almarhum disalatkan di Masjid Griya Unimed Jalan Pelajar, ratusan pelayat mulai dari atlet, pelatih, pengurus KONI Sumut dan KONI Kota Kabupaten se-Sumut, perwakilan induk organisasi olahraga  hingga kalangan akademisi, khususnya civitas akademis Unimed turut mengantarkannya hingga ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Umum Jalan Ibrahim Umar (Gang Sado) Medan.

Gubsu Edy Rahmayadi siang harinya juga menyempatkan diri untuk bertakziah. Demikian juga Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting,  mantan Gubsu Syamsul Arifin, Anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu, mantan Deputi Syakhyan Asmara dan para pelayat lainnya.

“Beliau orang baik. Kita semua  merasa kehilangan,” ujar Prof Syawal Gultom  seraya menyebutkan Selasa lalu almarhum meminta untuk makan bersama di Kampung Unimed.

“Duka ini tidak hanya milik keluarga, tapi kita semua, termasuk civitas akademis Unimed. Banyak hal baik dan kenangan yang ditinggalkan almarhum yang sejak akhir 1980-an sudah mengajar di Unimed (dulu IKIP Medan). Semua hal baik itu Insha Allah menjadi ilmu amal ibadah almarhum,” ujar Rektor Unimed Syamsul Gultom.

Rasa duka mendalam juga disampaikan Ketua umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Saya beserta keluarga besar KONI Pusat, turut berduka cita atas wafatnya Sekum KONI Sumut Chairul Azmi Hutasuhut MPd,” ujar Marciono melalui Media Humas KONI Pusat.

Advertisement

Selamat Jalan  Bang Chairul, Pejuang Olahraga Sumut, Kami akan tetap mengenang jasa baikmu. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement