Home News Pelajar Surabaya Demo Tolak PPDB Jalur Zonasi

Pelajar Surabaya Demo Tolak PPDB Jalur Zonasi

oleh Dwipraya

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Aliansi Pelajar Surabaya (APS) menggelar aksi unjukrasa damai memprotes pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan pada jalur zonasi. Mereka menilai, jalur zonasi yang sudah dilakukan selama 3 tahun itu hanya melahirkan problematika yang merugikan para siswa.

Menurut Ketua APS, Mirza, jalur zonasi yang untuk kepentingan pemerataan itu telah membuat penderitaan bagi pelajar. “Kami Minta Kementerian Pendidikan untuk mengkaji ulang PPDB terutama di Jalur Zonasi dan berharap tahun 2021 ini sebagai akhir dari Jalur Zonasi,” ujarnya saat menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (2/6/2021).

Aksi para pelajar itu juga dilengkapi dengan sejumlah poster, untuk menarik perhatian pengguna jalan. Poster itu diantaranya bertuliskan, ‘PPDB Jatim 2021 Berisi Tangisan’, ‘Zonasi Solusi Solu-solu’, ‘Katanya Pemerataan Kok Rasanya Penderitaan’, ‘Kopiku Sepahit Janji Pemerintah’, ‘Beri Kami Solusi Bukan Basa-basi’ dan ‘Buat Kebijakan Buat Kami Jadi Korban’.

Menurut Mirza, pemerintah seharusnya mengimbangi kebijakan itu dengan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah-daerah. Karena selama ini,  penerapan jalur zonasi dinilai belum bisa diterapkan secara baik karena belum meratanya fasilitas pendidikan.

Zonasi belum layak diterapkan, karena masih ada kecamatan yang belum ada sekolah negerinya. Tapi ada juga sekolah negeri yang menumpuk di satu kecamatan yang menyebabkan banyak pelajar yang tidak lolos masuk sekolah negeri.

Para pelajar yang tidak tahan lagi dengan kebijakan zonasi ini, juga menuntut Pemprov Jatim untuk ikut berusaha meratakan fasilitas pendidikan sebelum melakukan PPDB jalur zonasi. Para pelajar itu berharap setiap tahun minimal dibangun 1 SMA dan SMK di seluruh kabu/kota di Jawa Timur.

Menurut Mirza, pemerintah harusnya sadar bahwa penerapan jalur zonasi yang dilakukan selama bertahun-tahun itu tak mmembuahkan hasil. Bahkan di Jawa Timur, dia menyebut tidak ada pembangunan fasilitas pendidikan selama tiga tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu, APS juga menuntut Wali Kota Surabaya untuk segera merealisasikan janji kampanyenya, terkait bantuan untuk pelajar SMA dan SMK. Mereka berharap, siswa SMP yang akan masuk SMA dan SMK untuk tidak dipersulit.

Karena manurutnya, pendidikan itu sangat utama dan negara harus hadir dalam pemerataan pendidikan dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh warganya.

Sementara aksi damai para pelajar itu digelar dengan dua format. Mereka beraksi di depan rumah masing-masing dan tiga tim berisikan masing-masing 8 orang beraksi di 3 tempat tersebut. Mereka hanya mengelar aksi selama 10 menit di setiap titik ynag sudah ditentukan.(Akbar Surya) ***

Tinggalkan Komentar