Home News Redam Servis Geledek Berrettini, Djokovic Raih Gelar ke-20 Grand Slam

Redam Servis Geledek Berrettini, Djokovic Raih Gelar ke-20 Grand Slam

oleh Bambang

Novak Djokovic sukses merebut gelar di Wimbledon. (wimbledon.com)

FAKTUALid – Petenis putra nomer satu dunia, Novak Djokovic (Serbia), memperagakan motivasi besarnya dengan mengalahkan pemilik servis geledek Matteo Berrettini (Italia) lewat pertandingan empat set 6-7 (4), 6-4, 6-4 dan 6-3 untuk menjuarai Grand Slam Wimbledon 2021, Minggu (11/7/2021), di Centre Court All England Club London, Inggris.

Unggulan utama ini butuh waktu tiga sam 20 menit mengatasi permainan Berrettini yang jadi unggulan ketujuh. Gelar kali ini menjadikan gelar ketujuh di Wimbledon dan ke-20 untuk semua ajang Grand Slam.

Djokovic pun kini sejajar dengan rotehan dua seterunya sejauh ini, yakni Rafael Nadal dan Roger Nadal dalam pencapaian meraih tropy Grand Slam. Namun Djokovic memiliki kesemaptan lebih untuk bisa mengalahkan koleksian itu dengan mendapatkan Golden Grand Slam, merebut juara semua turnamen Grand Slam plus medali emas Olimpiade, yakni di Olimpiade Tokyo 2020.

Itu adalah pertarungan terberat kedua yang dihadapi Djoko selama dua minggu di London. Sebelumnya, di semifinal dia juga harus bertadning ketat lawan Deni Shapovalov (Kananda). Djokovic mengalahkan Shapovalov tiga set dengan skor ketat 7-6(3), 7-5, 7-5 dalam dua jam dan 44 menit.

Djokovic berhak memboyong trofi emas perak setinggi 18 inci dengan tulisan bertuliskan: “Kejuaraan Tangan Tunggal Klub Tenis Lapangan All England di Dunia”. Ia pun akan mempertahankan peringkat satu dunia yang telah digenggamnya dalam 328 minggu.

Di final Wimbledon ketujuhnya, Djokovic mendapatkan perlawan cukup sengit dari Berrettini. “Saya rasa skor tidak cukup untuk menggambarkan performa [Berrettini],” kata Djokovic. “Dia melakukan servis kencang untuk set pertama, dan mungkin menjadi pemain yang lebih baik di set kedua. Dia memiliki banyak peluang. Kita akan melihat banyak tentang dia di masa depan. Dia pemain hebat,” sambung Djokovic.

“Bisa dibilang saya adalah pesaing utama hari ini. Ini adalah turnamen dan lapangan paling spesial di dunia bagi saya. Tidak ada yang menahan diri di sini, terutama pada tahap selanjutnya dari sebuah acara yang selalu saya impikan untuk menang. Mimpi itu terus berjalan. Saya mencoba untuk mengeluarkan kemampuan saya secara maksimal di setiap pertandingan. Menyerah tidak pernah menjadi pilihan.”

Djokovic meraih mahkota Wimbledon untuk keenam kalinya, dan Grand Slam ke-20 untuk menyamai Roger Federer (Swiss) dan Rafael Nadal (Spanyol). Adapun Berrettini perlu kerja keras lagi agar dia dapat meraih gelar di turnamen besar Wimbledon.****

 

You may also like

Tinggalkan Komentar