Connect with us

News

Pagelaran Wayang, Dewan Profesor ITS Lakonkan Wayang Orang

Diterbitkan

pada

Para anggota Dewan Profesor ITS saat pementasan wayang orang. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pagelaran wayang secara hibrida mewarnai rangkaian acara Dies Natalis ke-61 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pagelaran wayang orang ini dipadukan dengan wayang kulit yang mengusung cerita Harjuna Sasrabahu ini diperankan oleh para profesor yang tergabung dalam Dewan Profesor ITS.

Menurut Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, fokus ITS tidak hanya mengembangkan teknologi, namun sekaligus menggabungkan teknologi dengan budaya daerah. “Wayang dipilih menjadi tradisi pagelaran setiap Dies Natalis ITS karena budaya daerah ini terkandung banyak filosofi hidup,’ ujarnya, Minggu (7/11/2021).

Pertunjukan wayang kulit dan wayang orang ini didalangi oleh Ketua Dewan Profesor ITS, Prof Dr Ir Imam Robandi MT. Pagelaran wayang yang ditampilkan secara virtual ini ditonton bareng di halaman Gedung Rektorat ITS, dan live streaming melalui kanal YouTube ITS TV yang sudah ditonton lebih dari 5.300 kali.

Menariknya lagi, para profesor yang melakonkan wayang orang tersebut berasal dari berbagai suku daerah di Indonesia, dan rata-rata baru kali pertama ini bermain dalam wayang orang. Mereka antara lain, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng sebagai Harjuna Sasrabahu, Wakil Rektor I ITS Prof Adi Soeprijanto sebagai Sumantri, Prof Surya Rosa Putra sebagai Patih Suroto, Prof Tri Yogi Yuwono sebagai Prabu Citra Sudarma.

Sedangkan Prof Muhammad Sigit Darmawan sebagai Kumbakarna, Prof Ridho Bayuaji sebagai Raden Citra Kesuma, Prof Hamzah Fansuri sebagai Wibisono, Prof Agus Rubiyanto sebagai Dosomuko, Prof Nadjadji Anwar sebagai Semar, Prof Suasmoro sebagai Bagong, Prof Budisantoso Wirjodirdjo sebagai Petruk, dan Prof Bangun Muljo Sukojo sebagai Gareng.

Advertisement

Ada juga Prof Irmina Kris Murwani sebagai Putri Domas, Prof Djatmiko Ichsani sebagai Indrajid, Prof Joni Hermana sebagai Begawan Swandagni, Prof Erma Suryani sebagai Dewi Citrowati, Prof Syafsir Akhlus sebagai Prahastho, Prof Aulia Siti Aisjah sebagai Sarpokenoko, Prof Mardlijah sebagai Dewi Danuresmi, Prof I Ketut Aria Pria Utama sebagai Ratu Prabu Sasra Hadimurti, Prof Prabowo sebagai Ratu Prabu Pujaningrat, dan Prof Agus Purwanto sebagai Sukrosono.

Dalang Prof Imam Robandi mengisahkan bahwa Harjuna Sasrabahu ingin melamar Dewi Citrowati, namun Harjuna atau Arjuna harus bersaing dengan Dosomuko yang ingin melamar perempuan yang sama. Arjuna membuat sayembara untuk membunuh Dosomuko dengan memerintahkan Sumantri.

Singkat cerita, Sumantri ceroboh dalam melaksanakan tugasnya. Cerita diakhiri dengan Sumantri yang dinasihati oleh Arjuna untuk selalu ingat delapan karakter dasar manusia. Acara nonton bersama pagelaran wayang ini juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari Ki Sigit Ariyanto selaku dalang pada pagelaran wayang kulit pembukaan Dies Natalis ke-61 ITS tersebut.***

 

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement