Connect with us

News

LBP Ambil Alih Umumkan Perpanjangan PPKM, Puji Arahan Jokowi yang Tidak Dapat Dibayangkan Orang

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin malam (2/8/2021). (Ant)

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin malam (2/8/2021). (Ant)

FAKTUALid –  Ada yang tidak biasa dalam pengumuman perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, 3 dan 4 di Pulau Jawa dan Bali, Senin (9/8/2021). Kali ini yang tampil Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.

Tampilnya Luhut ambil alih mengumumpak perpanjangan itu termasuk mengejutkan. Sebelumnya, sejak perbelakukan PPKM Darurat hingga berganti label menjadi PPKM Level 1-4, pengumuman perbelakuan dan perpanjangannya selalu dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu tidak diungkapkan alasan kenapa bukan Jokowi yang tampil. 

Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) mengumumkan perpanjangan PPKM Level 1-4 itu dalam konferensi pers virtual Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin malam (2/8/2021).

LBP mengumumkan PPKM level 2, 3 dan 4 di Pulau Jawa dan Bali diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 dengan sejumlah penyesuaian.

“Pemerintah mengedepankan masalah kehatian-hatian dengan baik. Jangan sampai perbaikan yang sudah kita capai susah payah kemudian menjadi sia-sia,” tambah Luhut.

Advertisement

Menurut Luhut, Presiden Jokowi telah memberikan pengawasan dan arahan yang tepat dalam penanganan pandemi.

“Menurut pengalaman saya sebagai perwira TNI, arahan ini membuat keputusan cepat yang tidak dapat dibayangkan orang. Kalau teman-teman melihat ke dalam proses pengambilan keputusan ini bagaimana peran presiden dalam mengarahkan adalah langkah yang patut diapresiasi,” ungkap Luhut.

Sesuai keputusan dalam rapat kabinet, evaluasi untuk PPKM di Jawa Bali dilakukan setiap satu minggu sekali, sementara untuk di luar Jawa Bali akan dilakukan setiap 1x dalam dua minggu.

“Penanganan di luar Jawa Bali tentunya tidak bisa serta merta dibandingkan dengan di Jawa Bali, karena tantangan di sana jauh lebih besar dibanding Jawa Bali contohnya dalam hal dukungan infrastruktur kesehatan. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengendalikan pandemi di seluruh Indonesia,” tambah Luhut.

Seperti dilansir antaranews.com, Luhut menjelaskan struktur penanganan pandemi saat ini sudah sangat baik.

Advertisement

“Karena presiden yang menjadi panglima paling tinggi dalam penanganan pandemi ini kemudian menko perekonomian dan saya sebagai komando-komando wilayah atau lapangan seperti organisasi militer juga. Tidak mungkin satu komando untuk semua itu, melihat luas rentang kendalinya karena itu keputusan untuk menunjuk menko perekonomian untuk menangani luar Jawa Bali dan saya menangani Jawa Bali menurut saya sudah keputusan yang paling tepat,” jelas Luhut.

Sekali lagi, Luhut mengungkapkan, tentunya pemerintah tidak bisa bergerak sendirian tanpa keterlibatan peran serta dan juga kesadaran masyarakat.

“Masyarakat hari ini diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk berperan penuh dalam terus menjaga protokol kesehatan utamanya dalam melakukan penggunaan masker, agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini,” ungkap Luhut.

Kepatuhan menggunakan masker, menurut data yang dimiliki Luhut, telah mencapai 82 persen, meningkat 5 persen dibandingkan Februari-Maret 2021.

Selanjutnya dalam hal peningkatan jumlah testing dan “tracing”, jumlah spesimen dan orang yang dites meningkat sangat signifikan hingga 3 kali lipat sejak Mei 2021.

Advertisement

Selain itu dari sisi “tracing”, keterlibatan dari TNI dan Polri, mampu meningkatkan jumlah kontak erat yang berhasil “ditracing”.

“Saat ini memang masih ada pencatatan yang dilakukan secara manual untuk aktivitas ‘tracing’ ini terutama karena keterbatasan akses internet untuk wilayah-wilayah pedesaan. Namun hal ini akan terus kami perbaiki dengan menambah jumlah digital ‘tracer’, ‘tracer’ lapangan dan juga sistem Silacak yang lebih adaptif guna mengakomodasi ‘tracing’ kontak erat yang akan semakin besar hari ke harinya,” jelas Luhut. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement