Home News #DPRMakanGajiButa Viral, Ada Legislator sampai Lupa Pendapatan yang Diterima

#DPRMakanGajiButa Viral, Ada Legislator sampai Lupa Pendapatan yang Diterima

oleh Gungdewan
Pernyataan Krisdayanti soal pendapatan yang diterima menimbulkan polemik di masyarakat yang mengkritik jumlah gaji anggota DPR.

Pernyataan Krisdayanti soal pendapatan yang diterima menimbulkan polemik di masyarakat yang mengkritik jumlah gaji anggota DPR.

FAKTUAL-INDONESIA: Tagar #DPRMakanGajiButa viral di media sosial twitter setelah mantan diva penyanyi Indonesia Krisdayanti (KD) buka-buka soal gaji yang diterima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

#DPRMakanGajiButa sampai Jumat (17/9/2021) pukul 18.00 sudah mendapat 15.400 cuitan warganet.

Beragam tanggapan warga net dalam #DPRMakanGajiButa terhadap pendapatan, aktivitas dan keberpihakan anggota dewa kepada rakyat yang memilihnya.

Berikut beberapa cuitan warganet dalam #DPRMakanGajiButa

“G ada hasil kerjanya buat rakyat, mic aja dimatiin… Sial bener nasib rakyat indo,” cuit salah satu warganet.

“kurangi jatah kursinya, digaji umr dan kurangi fasilitasnya aja dgn kata lain rombak sistem didpr,” cuit lainnya.

“DPR yg mewakili rakyat sdh lama mati dilindas rezim oligarki. Tanpa kerja, tanpa bersuara, tanpa rasa tanggungjawab, DPR menerima gaji melangit dg segala fasilitas mewah.

“Rakyat tetap miskin melarat,” tulis warganet lainnya.

“DPR itu pekerja keras mengayomi dan menjadi saluran aspirasi rakyak sangat layak mendapat gaji miliaran !! Jangan ngiri dong

Lihat mereka secapek itu masih bekerja hingga ketika sidang mereka bisa tidur ! Kurang baik apa coba mereka,” cuit yang lainnya.

Reaksi warganet dan munculnya polemik di masyarakat yang mengkritik jumlah gaji anggota DPR itu setelah pernyataan anggota Fraksi PDI Perjuangan Krisdayanti yang menyebutkan setiap bulan dirinya menerima gaji pokok Rp16 juta, uang tunjangan Rp59 juta, dan dana aspirasi sekitar Rp450 juta yang diterima lima kali dalam setahun.

Terkait pernyataan KD itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menjelaskan dirinya sebagai anggota DPR lebih banyak mengalokasikan gaji dan tunjangan untuk berbagai program dan kegiatan sosialnya di Ahmad Sahroni Center (ASC).

“Saya terus terang lupa persisnya berapa gaji di DPR, karena dari awal saya tidak pernah ambil. Gaji langsung masuk semua ke program di Ahmad Sahroni Center untuk dikembalikan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dia di laman antaranews.com mengungkapkan banyak anggota DPR bahkan mengeluarkan dana yang jauh lebih besar dari yang diberi negara untuk kepentingan konstituen, karena memang ada rezeki sehingga tidak ada salahnya membantu sesama.

Sahroni menilai mayoritas pendapatan anggota DPR RI digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat, bukan serta merta digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Ada banyak tanggung jawab sebagai anggota DPR untuk menggunakan uang tersebut seperti untuk dana aspirasi, bertemu masyarakat. Dan juga ada pertanggungjawabannya nanti ke negara, ini yang perlu diluruskan,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. ***

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  oleh isu-isu yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

Tinggalkan Komentar