Nusantara
Gunung Semeru Meletus Lagi, Warga Diingatkan Tidak Mendekat Sejauh 8 Kilometer

Ilustrasi gunung Semeru pada Kamis, 29 Mei 2025. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan menyemburkan kolom abu setinggi 900 meter pada Kamis (29/5/2025) pagi. Warga diminta menjauh sekitar 8 kilometer dari pusat erupsi, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Hal tersebut dilaporkan petugas pos pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto. Dia mengatakan, erupsi tercatat terjadi pada pukul 05.31 WIB. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke utara.
Erupsi ini disertai keluarnya material vulkanik dari kawah Jonggring Saloka, memicu imbauan kewaspadaan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca Juga : Minggu 25 Mei 2025, Gunung Semeru Kembali Erupsi
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto, petugas pos pantau Gunung Api Semeru dalam laporan tertulisnya, Kamis (29/5/2025).
Meski belum ada laporan kerusakan atau dampak signifikan terhadap permukiman warga, status Gunung Semeru tetap berada pada Level II (Waspada).
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan, yaitu:
• Radius 8 kilometer dari pusat erupsi, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
• 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran lahar, karena berpotensi diterjang banjir lahar hujan.
• 13 kilometer dari puncak gunung untuk potensi awan panas guguran dan lahar.
• 3 kilometer dari puncak gunung untuk menghindari lontaran batu pijar.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi pada 24 Mei 2025, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter
“Tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” ujarnya.
Akibat Gunung Semeru erupsi, warga di sekitar lereng gunung diminta tetap siaga dan mengikuti arahan petugas serta informasi terkini dari PVMBG. Aktivitas vulkanik masih dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan dan kedisiplinan terhadap zona bahaya menjadi kunci keselamatan bersama.***














