Nasional
Minggu 25 Mei 2025, Gunung Semeru Kembali Erupsi

Gunung Semeru kembali alami erupsi pada 25 Mei 2025. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu (25/5/2025) pagi setelah alami erupsi pada Sabtu (24/5/2025).
Laporan tersebut disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu (25/5/2025). Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 1.200 meter dari puncaknya.
Erupsi terjadi pada pukul 06.46 WIB dan tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter serta durasi 137 detik.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah tenggara dan selatan.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi pada 24 Mei 2025, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat Gunung Semeru yang kembali erupsi.
Namun, status Gunung Semeru masih berada di Level II atau Waspada. Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi resmi dari PVMBG.
Petugas Pos Pemantau Gunung Semeru, Ghufron Alwi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi, khususnya di sektor tenggara dan sepanjang aliran Besuk Kobokan.
“Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda aliran lahar dan awan panas yang bisa meluas hingga 13 kilometer dari puncak,” jelas Ghufron dalam laporan tertulisnya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru, terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, diminta tetap siaga menghadapi potensi bencana lanjutan.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Alami Erupsi pada 22 Mei Pagi, Lontarkan Abu Kolom Setinggi 700 Meter
Bahaya awan panas, guguran lava, hingga banjir lahar hujan dapat muncul sewaktu-waktu, terutama saat terjadi hujan lebat.
PVMBG juga mengingatkan agar tidak ada aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung, karena wilayah tersebut sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar dan guguran material vulkanik.
Akibat Gunung Semeru yang kembali erupsi, masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari otoritas kebencanaan, serta segera mengungsi jika situasi darurat terjadi.***













