Nusantara
Antisipasi Varian Baru, Kendal Mulai Siapkan RS Darurat Covid-19

Kondisi RSDC Kendal cukup representatif. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Khawatir kasus varian delta (varian baru dari India B.1617.2) meledak di wilayahnya, Pemkab Kendal langsung mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC).
RSDC yang dipersiapkan Pemkab Kendal tersebut, mengambil tempat di Rusunawa Kebondalem. Rusunawa itu sekarang sudah disulap jadi rumah sakit yang cukup representatif.
“Di sini sekarang ada 26 pasien Pak,” ucap Aji, relawan dari PMI yang bertugas di RSDC Kendal, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat meninjau situasi Covid-19 di Kabupaten Kendal, Sabtu (19/6/2021).
Di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Ganjar menemui sejumlah perawat dan petugas keamanan. Kepada mereka, ditanyakan soal keterisian tempat hingga persediaan peralatan dan obat.
Menurut relawan PMI Aji, pasien yang saat ini menempati RSDC Kendal terpapar dari transmisi lokal. Beberapa merupakan pegawai negeri sipil dan warga Kendal lain.
“Ada klaster takziah, ada juga dari pegawai yang pulang dari dinas luar kota terus terpapar,” katanya.
Kapasitas RSDC Kendal sendiri, tutur Aji, sebenarnya 55 tempat tidur. Namun, belasan kamar rusak dan masih diperbaiki. Sehingga saat ini, yang dapat digunakan sebanyak 32 tempat tidur.
“Jadi keterisian 90 persen, hampir penuh Pak,” ujar Aji.
Namun Aji menyebut, kapasitas di RSDC Kendal saat ini dalam proses penambahan sebanyak 44 tempat tidur. Kepada Aji juga ditanyakan, kendala apa yang dihadapi para perawat di RSDC Kendal.
“Kita di RSDC ini kan hanya menerima pasien dengan keluhan ringan. Jadi kalau ada yang berat kita upayakan merujuk ke rumah sakit supaya penanganannya lebih cepat,” ujar Aji.
Kepada para perawat, Ganjar Pranowo berpesan, untuk tetap menjaga kesehatan. Ia juga sempat mengingatkan kepada para perawat untuk mengatur tempat makan yang tampak belum berjarak.
“Saya titip jaga kesehatan, sama itu tempat makannya diatur supaya berjarak. Karena ini varian baru penularannya lebih cepat, kita berjaga semua,” kata Ganjar. (Ki Pujo Pandunung)***













