Connect with us

Nusantara

Perangkat Desa di Mojokerto Ditemukan Tergeletak Meninggal Di Jalan

Diterbitkan

pada

Jazad perangkat desa saat dievakuasi petugas. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang pengendara motor ditemukan tewas tergeletak di sebelah motornya di jalanan Dusun Pandansili, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Belakangan diketahui, korban bernama Sugiarto (59) itu merupakan perangkat Desa Wringinrejo Kecamatan Trowulan yang diduga meninggal akibat serangan jantung mendadak.

Menurut Kepala Desa Wringinrejo, Suhartono, penemuan mayat itu bermula saat sebuah truk sedang melintas hendak mengambil batu bata merah di sekitar lokasi tersebut. Sang pengemduai truk kaget melihat ada seorang pria tergeletak d sebelah sepeda motor.

Dia kemudian melaporkan temuan mayat bercelana jeans pendek dan mengenakan kaos warna merah itu, ke peremngkat desa dan selanjutnya diteruskan ke polisi.

Kabar itu langsung menyebar. Warga mengenali korban yang berada di samping motornya Honda Beat nopol S 5311 PS dan helm warna merah itu sebagai kepala dusun kampung sebelah.

Advertisement

“Saya pastikan ini warga saya dan sebagai Kepala Dusun Sambirejo. Saya dapat informasi dari Kepala Desa Wonorejo, saya langsung ke lokasi untuk memastikan,” ujar Suhartono.

Petugas dari Polsek Trowulan datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Usai dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi relawan PMI Kabupaten Mojokerto ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Suhartono sudah menghubungi keluarganya, untuk ikut melakukan identifikasi. “Almarhum menderita diabetes. Tadi pagi tetap aktif masuk ke balai desa, sempat bergurau dan guyon sama teman-teman di balai desa,” ujarnya.

Padahal, kata dia, pada minggu-minggu terakhir korban kelihatan sehat. Selama ini dia masih tetap aktif datang ke balai desa. Tapi diakui, memang keluhan terakhirnya diabetes.

Jasad korban dievakuasi menuju RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk pemeriksaan lanjut. Setelah itu, korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. “Tidak terlihat ada bekas kekerasan,” ujar Aden, relawan yang turut mengevakuasi korban.***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement