Nusantara
Balon Udara Meledak, 4 Bangunan Berantakan

Rumah korban ledakan balon udara. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Tiga rumah dan satu sekolah di Dusun Demalang, Desa Sumoroto, Kauman, Ponorogo porak poranda terkena ledakan balon udara yang membawa petasan. Beruntung, suara ledakan yang terdengar hingag radius 1 kilometer pada Jum’at (6/8/2021) pukul 05.45 WIB ini tidak sampai merenggut korban jiwa.
Rumah milik Masri mengalami kerusakkan paling parah, karena balon udara itu jatuh di depan rumah. Ledakan itu menghancurkan kaca jendela, daun pintu, hingga kusen jendela. “Kebetulan, saat kejadian rumah sedang kosong karena suami saya sudah berangkat ke sawah dan saya di luar menjemur pakaian,” ujarnya.
Sebelum terjadi ledakan, wanita itu mengaku melihat ada balon udara yang terbang dari arah selatan ke utara. Tak lama kemudian dia mendengar ada suara seperti benda yang jatuh di atap rumah, dan disusul suara ledakan yang sangat keras.
Warga sekitar yang mendengar dasyatnya suara ledakan itu langsung berhamburan keluar rumah. Mereka melihat dari kejauhan rumah Masri yang sudah porak poranda dan tidak ada yang berani mendekat.
Lahuri, suami Masri yang sedang di sawah langsung pulang setelah mendengar suara ledakan dari arah rumahnya, mengecek beberapa ruangan. “Ternyata atap teras, atap rumah, dapur, hingga jendela dan jendela rusak semua,” ujar Lahuri.
Selain rumah Masri, total ada 4 bangunan yang porak poranda karena ledakan balon udara tersebut. Salah satu diantaranya bangunan SMPN 2 Kauman yang kaca jendelanya pecah berantakan terkena imbas ledakan.
Menurut Kapolsek Somoroto AKBP Nyoto, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Untuk korban jiwa tidak ada, hanya kerusakan rumah dan bangunan SMPN 2 Kauman,” ujarnya.
Pihaknya sudah berusaha mencari pelaku penerbang balon udara yang membawa ratusan petasan tersebut. Berdasarkan keterangan warga, balon udara itu terbang dari arah selatan, sehingga pencarian mengarah ke lokasi yang ditunjuk warga.
“Kami sudah mengamankan barang bukti, diantaranya balon udara yang terbakar dan sekitar 20 petasan yang belum meledak,” ujarnya.***













