Nusantara
Puncak Semeru Terlihat Lagi, Pencarian 27 Orang Hilang Bisa Dimudahkan

Wajah Gunung Semeru ketika cerah dan saat kelabu
FAKTUAL-INDONESIA: Puncak Gunung Semeru yang diselimuti mendung dan awan ketika meletus sejak Sabtu (4/12/2021) lalu kini mulai terlihat lagi.
Ini seiring dengan cerah dan segarnya kembali cuaca di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, Selasa (7/12/2021).
Sebelumnya ketika aktivitas Semeru meningkat maka cuaca selain mendung juga gelap.
Cerah dan segarnya cuaca di kawasan Semeru membuat puncak gunung yang tingginya 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut bisa dilihat dari dari Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang
Padahal
Sementara itu, Senin (6/12/2021) malam, Semeru yang merupakan gunung api aktif itu sempat mengeluarkan lava pijar.
Dipantau dari Kampung Renteng di Kecamatan Candipuro, terlihat jelas guguran lava dari puncak gunung.
Meski demikian, warga setempat mengaku tak khawatir karena fenomena seperti itu kerap terlihat.
Pada Sabtu sore terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas guguran dan berdampak pada daerah di sekitar. Ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat aman.
Pencarian 27 Orang Hilang
Perubahan cuaca yang terjadi Selasa ini di kawasan Semeru diharapkan akan memudahkan langkah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mencari 27 orang yang dikabarkan hilang akibat meletusnya Semeru.
Menurut Direktur Operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Wurjanto, Senin (6/12/2021), cuaca buruk menjadi penghambat utama pencarian korban hilang itu.
“Kendala memang terutama masalah cuaca. Jadi seperti ini kami dapat laporan bahwa turun hujan, ini memang akan jadi kendala bagi petugas-petugas pencarian,” kata Wurjanto dalam konferensi pers daring.
Pihaknya berharap cuaca dapat lebih cerah sehingga memudahkan pencarian korban hilang sebanyak 27 orang.
Ia juga meminta bantuan kepada masyarakat untuk segera melaporkan anggota keluarga atau orang yang dikenal, yang masih hilang.
Sejak mendapatkan informasi terkait erupsi Gunung Semeru, kata dia, Basarnas telah bersiaga menyiapkan anggota terutama yang berasal dari Lumajang sendiri, Surabaya, dan Jember. Sejauh ini telah ditemukan 22 korban dalam keadaan meninggal dunia.
Pencarian para korban hilang pun, kata dia, dilakukan dengan hati-hati mengingat hujan masih turun yang berpotensi membuat susulan erupsi Gunung Semeru.
Pada Selasa (7/12/2021), pencarian akan difokuskan di Desa Curah, Desa Kajar Kuning, area penambangan pasir, Kampung Renteng, dan Kampung Bondeli.
“Rencananya untuk masing-masing wilayah kita akan menggerakkan kurang lebih 50 personil. Tidak menutup kemungkinan kita akan kita mengembangkan sesuai dengan informasi yang kita dapat, akan kita kembangkan ke tempat lain yang mungkin lebih jelas,” katanya.
Pencarian korban hilang secara lebih mendetil akan didasarkan pada laporan anggota keluarga yang terhimpun di posko.
“Yang jelas bahwa titik berat pencarian terutama di daerah-daerah yang sudah kita dapatkan informasi dari keluarga, sesuai dengan jumlah orang yang masih hilang,” demikian Wurjanto. ***












