Connect with us

Nasional

Lebih dari 30 Juta Orang Pilih Mudik Naik Mobil dan Motor

Diterbitkan

pada

Ilustrasi pemudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Kendaraan pribadi masih jadi salah satu moda terfavorit digunakan pemudik pulang ke kampung halaman. Itu sebabnya, tahun ini diprediksi ada 35,4 juta orang mudik pakai mobil pribadi dan 31,12 juta naik motor.

Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan tembus 193 juta orang. Angka tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan jumlah pemudik tahun lalu yang hanya mencapai 124 juta.

Hal tersebut diungkap Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Kementerian Perhubungan, Iswandi. Meski demikian dia menyebut, kereta api menjadi moda transportasi yang paling banyak dipilih pemudik.

“Kemenhub memperkirakan 39,3 juta pemudik atau setara 20,3% memilih kereta api, diikuti bus sebanyak 37,51 juta (19,37%), mobil pribadi 35,4 juta (18,29%), sepeda motor 31,12 juta (18,29%), dan mobil sewa 11,64 juta (6,01%),” kata dia dalam siaran persnya pada Sabtu (30/3/2024).

Selama musim mudik 2024, diprediksi jumlah bus yang beroperasi mencapai 30.361 unit, kapal penyeberangan 213 unit, pesawat 420 unit, kapal penumpang 26 unit, kapal perintis 107 unit, kapal swasta 1.208 unit, dan kereta api antarkota 431 unit.

Advertisement

Iswandi menuturkan daerah asal perjalanan mudik terbanyak pada Lebaran 2024 adalah Jawa Timur sebesar 16,17%, diikuti Jabodetabek 14,68%, Jawa Tengah 13,48%, Jawa Barat 11,17%, dan Sumatera Utara 5,5%. Adapun daerah tujuan perjalanan terbanyak, kata dia, adalah Jawa Tengah sebesar 31,8%, lalu Jawa Timur 19,44%, Jawa Barat 16,59%, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 6,06%.

“Pilihan jalur mobil terbanyak adalah via Tol Trans Jawa sebesar 31,3% atau 11,1 juta pergerakan, sedangkan sepeda motor via jalan arteri sebesar 33,2% atau 10,35 juta pergerakan,” kata Iswandi.

Iswandi lebih lanjut menjelaskan, dari hitung-hitungan Kemenhub puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran atau 8 April 2024, dengan porsi 13,74% atau setara 26,6 juta pergerakan. Adapun puncak arus balik diprediksi terjadi H+3 Lebaran atau Minggu 14 April 2024 dengan porsi 21,16% atau setara 40,99 juta pergerakan.

Sejauh ini, sejumlah pemangku kepentingan sudah menyiapkan skema untuk mengantisipasi kepadatan di arus mudik maupun balik Lebaran. Pertama ada pembatasan operasional kendaraan angkutan barang di jalan tol dan nontol dari 5-16 April 2024.

Ada juga kebijakan one way akan diberlakukan pada 5-9 April 2024 dari km 72 hingga km 414. Selanjutnya, contraflow diberlakukan 5-11 April dari km 36 hingga km 72. Ganjil genap akan berlaku 5-9 April 2024 dari km 0 hingga km 414.

Advertisement

Untuk arus balik, one way akan diterapkan pada 12-16 April dari km 414 hingga km 72, contraflow 12-16 April dari km 72-km 36, dan ganjil genap 12-16 April 2024 dari km 414 hingga km 0.

“Patut dicatat, manajemen rekayasa lalu lintas dan kebutuhan lalu lintas bersifat situasional, berdasarkan pertimbangan dari Polri,” ungkap Iswandi.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement