Ibu Kota
Berdayakan UMKM di Jakarta, Wagub Ariza Luncurkan Program 1 Juta Warung Melek Digital

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, ketika hadir di peluncuran 1 Juta Melek Digital. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menegaskan program 1 Juta Warung Melek Digital dapat mengedukasi UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi. Hal itu dikatakan saat menjadi keynote speaker pada acara talkshow dan peluncuran program yang dilaksanakan oleh GudangAda berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan.
Program 1 Juta Warung Melek Digital itu nantinya dapat meningkatkan kesadaran serta mengedukasi pelaku UMKM dalam memahami pentingnya literasi digital. “Warung yang ingin maju harus melalui pemanfaatan teknologi digital, apalagi di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini kita dituntut tetap produktif meski tidak harus bertatap muka dengan jaringan usaha,” ujar Wagub Ariza, Sabtu (12/2/2022).
“Program ini sangat menginspirasi dan membanggakan. Mengingat, saat ini kita tengah hidup dalam era transformasi digital yang dipercepat sejak terjadi pandemi Covid-19. Kondisi itu harus dimanfaatkan untuk membangkitkan sektor kerakyatan, terutama UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia,” kata Wagub Ariza.
Ia menambahkan, di tengah tantangan ekonomi yang belum stabil akibat pandemi, UMKM sangat berpeluang untuk bangkit kembali. Salah satunya dengan mulai bertranformasi ke ruang digital. “Hal ini juga merupakan tuntutan zaman yang tidak bisa dilawan sebagai dampak revolusi 4.0. Kita harus melek digital,” imbaunya.
Beberapa UMKM di Jakarta telah menambah saluran pemasarannya sebagai salah satu strategi dalam mempertahankan usaha mereka. Selain menjalankan usahanya dengan cara konvensional (offline), para pelaku UMKM mulai memanfaatkan platform marketplace atau e-commerce. Penggunaan media sosial, terlebih pada saat pandemi telah menjadi bagian dari gaya hidup kebanyakan masyarakat Indonesia.
Dengan adanya media sosial maupun marketplace, UMKM dapat lebih mudah terhubung dengan sarana pemasaran serta permodalan secara daring, sehingga kegiatan usahanya dapat terus berjalan di tengah pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi. “Kita berharap, peresmian program ini, akan mempercepat para pelaku UMKM bertransformasi ke ruang digital, sehingga menjadi lebih berdaya saing. Selain itu, keberadaan program ini diharapkan juga bisa mewujudkan terjalinya kolaborasi antara pelaku bisnis UMKM dengan platform e-com,” jelasnya. ****













