Connect with us

Nasional

67 Delegasi Negara Anggota G20 Termasuk Rusia dan Amerika Mengikuti TIIWG di Solo

Avatar

Diterbitkan

pada

Delegasi negara-negara anggota G20 dan organisasi internasional menghadiri TIIWG G20 di Solo. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Sebanyak 67 delegasi negara anggota G20 mengikuti pertemuan kedua forum Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 di Alila Hotel Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2022). Sebanyak 26 diantaranya hadir secara langsung dari 41 hadir secara virtual.

Sejumlah negara yang hadir diantaranya Arab Saudi, Jepang, India, Perancis, Jerman, Australia, Argentina, Kanada, Italia, UK dan Uni Eropa. Dalam forum itu juga hadir delegasi dari Rusia dan Amerika Serikat.

Menteri Investasi  atau Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, membuka pertemuan kedua forum TIIWG tersebut. Dalam sambutannya, Bahlil mengajak anggota G20 untuk berfikir konstruktif dan bangkit bersama menghadapi ketidakpastian dunia.

“Hampir semua negara punya persoalan sama yakni mengendalikan Covid -19 dan memulihkan ekonomi pasca Covid-19. Pemulihan ekonomi gobal saat ini berada di situasi tidak menentu,” jelasnya.

Tekanan inflasi yang tinggi serta terbatasnya pangan dan energi dunia menurunkan daya beli masyarakat. Serta meningkatkan kerentanan masyarakat khususunya di negara berkembang untuk jatuh ke jurang kemiskinan.

Advertisement

“G20 harus menjadi payung bersama untuk penyusunan desain pembangunan yang adil, sejahtera ,inklusif dan lestari. Khususnya menyuarakan kepentingan negara berkembang dan kelompok miskin dan rentan,” jelasnya lagi.

Bahlil meminta pemimpin global khususnya anggota G20 untuk bergandengan tangan menyelesaikan permasalahan rantai pasok dunia demi mendukung capaian sustainable development goals (SDGs).

Dalam forum itu, Bahlil juga memgungkapkan ada ketidakadilan dalam aliran investasi antara negara maju dan berkembang.

“Investasi harus berkontribusi terhadap hilirisasi. Dimana hilirisasi membutuhkan investasi yang berkelanjutan ramah lingkungan dan inklusif,” ujarnya.

Tapi saat Indonesia membangun investasi ramah lingkungan dengan menyetop ekspor nikel, justru beberapa negara tidak setuju dengan kebijakan bahkan membawanya ke WTO.

Advertisement

“Sudah saatnya untuk semua negara menghargai kebijakan masing-masing negara.  Karena mereka yang tahu tentang arah kebijkakan negara masing-masing, selama asas keadilan ,keterbukaan dan kontribusi kepada dunia dijaga baik,” jelasnya.

TIIWG G20 juga dihadiri negara-negara tamu dan organisasi dunia. Acara tersebut berlangsung selama 2 hari hingga Kamis (7/7/2022) besok. ***

Lanjutkan Membaca