Home Nasional Menteri PPPA Ajak MUI dan Lembaga Keagamaan Kawal Tumbuh Kembang Anak

Menteri PPPA Ajak MUI dan Lembaga Keagamaan Kawal Tumbuh Kembang Anak

oleh Bambang

Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam Webtalk Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (ist)

FAKTUALid – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga  mengajak seluruh pihak untuk dapat bersinergi dalam memastikan anak dapat tumbuh kembang dengan baik. Dalam situasi pandemi Covid-19, lembaga masyarakat khususnya bidang keagamaan dinilai memiliki pengaruh dalam meningkatkan peran keluarga dan mengawal tumbuh kembang anak.

“Memberikan perlindungan yang optimal bagi anak-anak di manapun mereka berada adalah tugas bersama kita. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga keagaaman lainnya, yang memiliki fungsi sebagai pembimbing dan pelayan ummat, sekaligus mitra pemerintah, memiliki kekuatan dan pengaruh luar biasa dalam memberikan inspirasi kepada keluarga Indonesia untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal,” dalam Webtalk Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertajuk Anak Indonesia Shaleh, Sehat, Kreatif dan Peduli Sesama secara virtual, (1/8/2021).

Menteri Bintang mengaku meski pandemi Covid-19 memberikan berbagai tantangan termasuk bagi anak-anak, terdapat peluang di balik tantangan tersebut. Salah satunya adalah kesempatan untuk mendekatkan hubungan orang tua dan anak.

“Saya berharap para orang tua dan pendamping dapat berpikir kreatif, inovatif, dan solutif demi tumbuh kembang anak yang berkualitas meski di rumah saja. Apalagi, saat ini, banyak sekali metode belajar dan bermain yang dapat diterapkan di dalam rumah. Salah satunya adalah mendongeng, seperti dalam kegiatan hari ini,” jelas Menteri Bintang.

Ketua MUI Bidang PRK, Amany Lubis juga menyatakan peran keluarga dalam membentuk karakter anak merupakan hal utama dan penting.

“Perkembangan anak dari masa ke masa dari setiap tahapan perkembangan pertumbuhan anak itu membutuhkan perhatian khusus (oleh keluarga), semuanya adalah tahapan pembentukan karakter bagi anak,” jelas Amany. ****

Tinggalkan Komentar