Connect with us

Nasional

Deklarasikan GKK Social Club untuk Membantu Warga Kurang Mampu di HUT ke-65 Tahun, Ny Bong Miau Ingin Memotivasi Generasi Kini

Avatar

Diterbitkan

pada

Ny Bong Miau Lan (paling kiri) didampingi putrinya dan juru bicara ketika memberikan penjelasan. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Tak banyak yang mengenal kiprah Bong Miau Lan, seorang pengusaha sukses yang patut untuk dicontoh bagi generasi saat ini.

Bong Miau Lan atau yang akrab disapa Moi Moi, merupakan ibu single parent dari tiga anak yang suka berbagi santunan kepada kaum marjinal di Indonesia.

Ia juga menjadi pencetus gerakan sosial yang bernama GKK Social Club. Gerakan ini didirikan sejak 2015 sebagai wadah non resmi yang beranggotakan internal keluarga dan kerabat terdekat Bong Miau Lan.

GKK Social Club tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Bali.

Sederet kegiatan yang telah dilakukan GKK, antara lain pemberian santunan untuk anak yatim, bantuan seragam untuk anak sekolah yang tidak mampu, penyerahan mesin jahit, pembagian sembako hingga memberangkatkan umrah.

Advertisement

Bahkan, saat perayaan HUT RI, GKK juga memberi bantuan kain merah dan putih untuk dijahit dan dijadikan bendera Merah Putih demi kecintaannya kepada Indonesia.

Ucapan datang dari salah seorang putra proklamator Gurh Soekarno Putra. (ist)

Bantu Tak Pandang Bulu

Prinsip dari GKK Social Club adalah membantu tidak pandang bulu baik agama, suku, ras dan golongan dengan tagline ‘Jangan Takut Berbagi’.

Karena itulah, sasaran GKK Social Club dalam berkegiatan sosial juga menyambangi masjid, gereja-gereja, tempat ibadah lainnya hingga panti asuhan.

“Dengan beramal baik maka nanti pasti kebaikan akan kembali ke kita,” tutur Bong Miau Lan dalam prinsip bersosialnya.

Juru Bicara GKK Social Club Rahajeng Pramesi menambahkan, kegiatan-kegiatan GKK, lebih banyak diselenggarakan oleh anak-anaknya, yaitu Evi Susanti dan Hardi (Felicia Vichery Claudius), Hendrik dan Vera (Stanley Leonidas, Jocelyn Laurensia) serta Bui Ven dan Sherly (Joey Elleane).

Advertisement

“Jadi GKK ini bergerak membantu masyarakat miskin, termarjinalkan dan tidak hanya di Indonesia, tapi seluruh Indonesia,” kata Rahajeng.

Kini, usia Bong Miau Lan/Moi Moi telah menginjak 65 tahun. Sudah banyak kegiatan sosial yang dijalankan untuk saling berbagi antar sesama.

Sebagai wujud syukurnya di usia 65 tahun, Bong Miau Lan merayakan hari ulang tahunnya di Season City, Jakarta Barat, Sabtu malam, 8 Oktober 2022.

Banyak ucapan selamat dari keluarga, kerabat hingga rekan bisnis, termasuk putra proklamator RI Guruh Soekarno Putra.

Diketahui, keluarga Bong Miau Lan memiliki hubungan yang baik dengan Guruh Soekarno Putra. Bahkan, Guruh sampai mengirim karangan bunga ucapan selamat ulang tahun kepada Moi Moi.

Advertisement

Selain itu, ucapan selamat juga disampaikan melalui sepenggal video yang ditampilkan di layar saat acara perayaan ulang tahun.

Evi Susanti/Ace, anak pertama Bong Miau Lan mengatakan, ibunya adalah sosok orangtua yang baik, selalu berjuang untuk putra-putrinya, apalagi dia sebagai single parent.

“Beliau selalu mengajarkan untuk sering berbagi, prinsip beliau dengan beramal baik maka nanti pasti akan kembali ke kita,” tutur Evi Susanti.

“Perayaan HUT ke-65 ini lebih pada bentuk atau wujud rasa terima kasih dan syukur kami anak-anaknya karena masih ditemani oleh seorang ibu di usianya ke-65 tahun ini,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, HUT ibunya kali ini diibaratkan semacam rekor karena selama ini saat ulang tahun tidak mau dirayakan.

Advertisement

“Sebab di tempat kami itu ada semacam kepercayaan bahwa kalau kakek dan neneknya belum meninggal semua, maka pantang anaknya merayakan ulang tahun,” terang Evi.

Sebenarnya, lanjut dia, HUT sudah bisa dilaksanakan sekitar dua tahun lalu atau saat setahun nenek meninggal (kakek sudah meninggal lebih dulu). “Tapi saat itu ibunda bilang jangan dulu dirayakan lah, apalagi saat itu memang posisi kami anak-anaknya juga berjauhan. Dan akhirnya puji Tuhan tahun ini baru terlaksana,” ungkap Evi. ****

Lanjutkan Membaca