Nasional
Kabar Baik dari Lembata NTT: Status Gunung Ili Lewotolok Turun ke Level II (WASPADA)

Gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak cerah dan mulai menunjukkan tanda-tanda ketenangan seperti terpantau pada Jumat (20/2/2026). (Magma)
FAKTUAL INDONESIA: Setelah sempat membuat warga waspada tinggi sejak awal tahun, Gunungapi Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda ketenangan. Per hari ini, Selasa (24/2/2026) pukul 06.00 WITA, otoritas resmi resmi menurunkan status gunung ini dari Level III (SIAGA) menjadi Level II (WASPADA).
Keputusan ini diambil setelah pengamatan visual dan instrumental menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik yang signifikan selama beberapa pekan terakhir.
Baca Juga : Aktivitas Gunung Berapi: Lewotobi Erupsi 7 Menit, Ibu Hembuskan Awan Abu Terbesar, Dempo Ditup Sepekan
Aliran Lava Terhenti, Erupsi Melandai
Ingatkah pada 18 Januari lalu? Saat itu, status Siaga ditetapkan karena adanya aliran lava yang mengalir keluar kawah menuju sektor barat. Namun, memasuki pertengahan Februari, denyut nadi Ili Lewotolok mulai melambat.
Berdasarkan data terbaru periode 16–22 Februari 2026: aliran lava di sektor barat kini sudah tidak teramati lagi. Kolom erupsi kini hanya berkisar antara 50 hingga 200 meter dari puncak—jauh lebih rendah dibanding masa puncaknya. Kemudian gempa erupsi juga berkurang drastis, dari ribuan kali di awal Februari menjadi sekitar 400 kali pada pekan terakhir.
Baca Juga : Aktivitas Gunung Berapi: Semeru Erupsi 8 Kali, Lewotobi Laki-Laki 3 Kali, Lava Ile Lewotolok Mengancam
“Meskipun asap kawah putih kelabu masih terlihat tipis hingga sedang, lontaran material erupsi dominan jatuh di area sekitar kawah. Erupsi disertai suara gemuruh lemah hingga sedang. Aliran lava sektor barat sudah tidak teramati,” tulis Gentur Dwi Teguh Santoso, Skom dalam siaran pers Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Selasa.
Tetap “Haram” Dimasuki
Meski statusnya sudah turun, bukan berarti masyarakat atau wisatawan bisa bersantai sepenuhnya. Gunungapi tetaplah fenomena alam yang dinamis. Berikut adalah rekomendasi penting dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG):
Baca Juga : Semeru Meletus 4 Kali Hari Ini, Terbanyak Sepanjang Tahun 2023 dibandingkan 8 Gunung Api
- Zona Larangan: Masyarakat dan wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat aktivitas gunung.
- Ancaman Longsoran: Tetap waspadai potensi guguran lava atau awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
- Siaga Debu Vulkanik: Gunakan masker dan pelindung mata jika terjadi hujan abu untuk menghindari ISPA. Jangan lupa tutup rapat penampungan air bersih Anda.
Pemerintah Daerah mengimbau warga untuk tidak termakan hoaks dan selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun. Update terbaru juga bisa dipantau secara real-time melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau situs resmi Badan Geologi.
Mari kita syukuri penurunan aktivitas ini dengan tetap mengedepankan keselamatan. Alam sedang beristirahat, pastikan tetap siaga. ***