Nasional
Peristiwa “Hujan Semen” di Bogor, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Temukan Pelanggran SOP, Indocement Minta Maaf

Heboh “Hujan Semen” di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), diduga akibat pelanggaran SOP Indocement
FAKTUAL INDONESIA: Peristiwa “hujan semen” yang menghebohkan di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), diduga disebabkan oleh pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam produksi di PT Indocement Tunggal Prakarsa.
Menurut Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menemukan SOP dalam produksi di PT Indocement Tunggal Prakarsa.
“Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menurunkan tim untuk melakukan evaluasi dan pengecekan lapangan secara objektif setelah insiden tersebut,” ujarnya melalui akun resmi media sosialnya, Minggu.
Baca Juga : Cuaca Jakarta 9 Agustus 2025 : Hujan Ringan di Sebagian Wilayah
Dari pengecekan lapangan disampaikan bahwa ada SOP yang terlanggar dalam produksi di PT Indocement. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Menurut dia, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah opsi sanksi apabila pelanggaran terbukti serius. Bentuk sanksi yang dimungkinkan antara lain administratif, denda, hingga sanksi lain yang lebih berat.
Ia meminta masyarakat agar tetap tenang, karena pemerintah akan hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terhadap berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Jawa Barat.
Baca Juga : Cuaca Jakarta 5 Agustus 2025 : Sebagian Wilayah Bakal Diguyur Hujan Ringan
Indocement Minta Maaf
Sementara itu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden jatuhan debu semen yang terjadi di sekitar Plant 5 Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Seperti dilansir beritasatu.com, viva.co.id, General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya dalam keterangannya di Bogor, Minggu, menjelaskan peristiwa tersebut bersifat insidental saat pabrik tidak beroperasi. Kejadian bermula ketika pekerja melakukan pembersihan sumbatan (clogging) pada bagian pemisahan material.
“Ketika lubang pemeriksaan dibuka, debu yang tidak terduga keluar dan tertiup angin besar ke arah pemukiman masyarakat. Mengetahui hal tersebut, pekerja kami segera menutup kembali lubang check hole, sehingga dalam waktu sekitar tiga menit kondisi langsung teratasi,” ujarnya.
Baca Juga : Kabupaten Bogor Dilanda Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang, Tinggi Air 2 Meter
Indocement kemudian berkoordinasi dengan masyarakat desa terdampak melalui kepala desa dan sekretaris desa serta menyampaikan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami telah melakukan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan agar tidak dilakukan dalam kondisi angin kencang,” tambah Setia.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kecamatan Citeureup langsung menangani dampak insiden yang berlangsung di Desa Citeureup. Camat Citeureup Edy Suwito Sutono Putro mengatakan, material semen yang terbawa angin jumlahnya terbatas dan hanya berdampak pada warga di satu Rukun Warga (RW).
“Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB saat pabrik melakukan pembersihan dan pemeliharaan alat produksi. Kejadiannya tidak berlangsung lama,” ujarnya.
Edy menambahkan, pemerintah kecamatan telah memfasilitasi mediasi antara perusahaan, desa, dan warga pada Senin (11/8) untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah. ***












