Nasional
Bencana Longsor: 18 Orang Belum Ditemukan di Banjarnegara, Tim SAR Optimalkan Pencarian Dua Korban di Cilacap

Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan pencarian korban yang belum ditemukan dalam bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, dan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).
FAKTUAL INDONESIA: Puluhan orang korban belum ditemukan hingga Sabtu (22/11/2025) pagi, dalam bencana tanah longsor yang menerjang dua daerah di Jawa Tengah (Jateng).
Di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, hingga pencarian hari ke-7, masih ada 18 orang yang belum ditemukan.
Sedangkan dalam bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jateng, hingga pencarian hari ke-10, masih ada dua orang korban yang masih dalam pencarian.
Tak pelak lagi, baik di Banjarnegara maupun Cilacap, Tim SAR terus mengoptimalkan pencarian korban termasuk dengan dukungan alat berat.
Baca Juga : Longsor Cilacap: Ditemukan Lagi Seorang Korban Anak Putri Berusi 3 Tahun Meninggal, Dua Masih Dalam Pencarian
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, masih ada 18 korban yang masih belum ditemukan dan masih terus dilakukan pencarian di Desa Pandanarum, Banjarnegara. Dia mengemukakan, hingga Jumat (21/11/2025) tim SAR sudah menemukan dan mengevakuasi 10 jenazah korban longsor.
“Selain itu, dalam proses pencarian juga ditemukan dua anggota tubuh yang belum dapat diidentifikasi,” kata Budiono seperti dilansir tvonenews.com.
Budiono mengatakan, untuk pencarian korban yang belum ditemukan, 500 personel SAR gabungan dikerahkan. Dia menyebut ratusan personel tersebut akan didukung 23 alat berat serta enam anjing pelacak.
Menurut Budiono, pencarian masih akan difokuskan pada sektor A dan C. “Cuaca terpantau mendung, namun di siang hari diharapkan cerah untuk memudahkan pencarian,” ujarnya.
Adapun bencana tanah longsor melanda Desa Pandanarum pada Minggu (16/11/2025). Bencana ini diduga dipicu oleh curah hujan sangat tinggi yang mengguyur wilayah perbukitan selama lebih dari beberapa jam. Puluhan orang dilaporkan hilang akibat tertimbun material longsor.
Baca Juga : Longsor Cilacap : 18 Korban Tewas, 5 Masih Belum Ditemukan
Di Cilacap Fokus Dua Titik
Sementara itu Tim SAR gabungan memaksimalkan pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang telah memasuki hari ke-10. Upaya pencarian difokuskan pada dua titik utama, yaitu worksite A1 dan worksite B1 dengan metode evakuasi manual serta dukungan alat berat. Operasi ini menjadi bagian penting dalam penanganan bencana tanah longsor yang menimpa wilayah Majenang sejak Kamis (13/11/2025) lalu.
Seperti dipantau dari media online beritasatu.com, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama mengatakan, penambahan personel dilakukan khususnya di worksite A1 karena proses evakuasi membutuhkan penggunaan alkon serta peralatan ekstrikasi manual. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian di area yang dinilai memiliki medan lebih sulit.
“Di worksite B1 kami mengerahkan alat berat di lokasi-lokasi yang telah ditandai untuk mempercepat pencarian,” ujarnya di Desa Cibeunying, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (22/11/2025).
Priyo menjelaskan, hingga hari ke-10, masih terdapat dua korban longsor yang belum ditemukan, masing-masing satu orang di dua lokasi kerja tersebut. Ia menambahkan bahwa kemungkinan perpanjangan operasi pencarian akan diputuskan setelah evaluasi menyeluruh pada Sabtu sore.
Baca Juga : Jasad Ibu dan Anak Korban Longsor Cilacap Ditemukan Berdekatan di Kedalaman 4 Meter, 5 Orang Masih Dicari
“Kita lihat apakah ada tanda-tanda yang menguatkan untuk korban bisa kita evakuasi atau tidak,” kata Priyo.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB itu menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying. Peristiwa tersebut berdampak besar pada keselamatan warga, mengingat kondisi tanah dan curah hujan tinggi beberapa hari sebelumnya.
Berdasarkan laporan awal selepas kejadian, terdapat 46 warga terdampak, terdiri atas 23 korban selamat, dua korban meninggal dunia, dan 21 orang dalam pencarian. Proses identifikasi dan evakuasi terus dilakukan secara bertahap oleh tim SAR gabungan bersama relawan dan warga.
Hingga Sabtu pukul 08.00 WIB, data sementara menunjukkan bahwa 21 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, dua warga yang masih hilang adalah Maysarah Salsabila (14) di worksite A1 dan Vani Hayati Lanjarsari (12) di worksite B1. ***














