Connect with us

Otomotif

Hujan Warnai Balap MotoGP Indonesia di Mandalika, Aprilia RS-GP Buktikan Ketangguhan

Avatar

Diterbitkan

pada

Aleix Espargaro dengan Aprilia RS-GP ketika membalap di Mandalika. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Badai tropis yang menerjang setengah jam sebelum dimulainya balapan perdana MotoGP Indonesia di sirkuit baru Mandalika menimbulkan hambatan, sehingga balapan berkurang tujuh lap.

Pembalap Aprilia Aleix Espargaró (Spanyol) yang secara konsisten berada di antara yang tercepat dalam kondisi kering, beradaptasi dengan baik di kondisi baru nan basah. Setelah start yang kurang sempurna, ia terjebak dalam pertarungan di lap pembuka, kehilangan beberapa posisi, tetapi dari sana mulai mampu melakukan lap yang cepat dan konsisten dengan sangat percaya diri bersama RS-GP-nya.

Di grupnya, Espargaro berhasil mengalahkan Darryn Binder (Yamaha WithU/Afrika Selatan), Enea Bastianini (Ducati Gresi/Italia), Pol Espargaro (Honda Repsol/Spanyol), Álex Márquez (Honda Repsol/Spanyol) dan Franco Bagnaia (Ducati/Italia), untuk finis di tempat kesembilan yang solid.

Walaupun ada beberapa penyesalan terkait tidak berhasilnya menghindari kontak pada lap pertama yang membuatnya kehilangan posisi terbaik secara langsung.

“Balapan yang sangat sulit karena kondisi cuaca dan pada lap pertama, saya berada di urutan kedua puluh karena kontak dengan Álex Márquez,” kata Espargaro dilansir Aprilia. “Bertahan di grup itu sulit dan visibilitas juga sangat buruk. Tetapi motor (RS-GP) bekerja dengan baik. Grip tidak buruk dan dari sana saya mulai kembali. Dalam tujuh lap terakhir saya menyalip beberapa pembalap, sehingga mampu naik beberapa posisi. Membawa pulang hasil akhir sepuluh besar lagi pada hari Minggu yang sulit adalah hasil yang bagus,” sambungnya.

Advertisement

Sementara rekan Espargaro, Maverick Vinales (Spanyol), mencapai hasil yang luar biasa dalam sesi pemanasan di aspal kering ketika, setelah beberapa perubahan signifikan pada pengaturan motornya. Ia menemukan kepercayaan diri baru di RS-GP, sehingga mampu finis di urutan kedua di latihan.

Namun etika lomba ia melakukan awal yang buruk, dia mendapati dirinya berada di belakang grup, tetapi mampu menemukan ritmenya dan mencatat waktu yang sama dengan yang terbaik. Sayangnya, perjalanan comeback-nya berhenti tepat di posisi ke-15, di luar zona poin. Namun, dia meninggalkan Mandalika setelah berhasil melakukan beberapa peningkatan besar dengan Aprilia.

“Meskipun hasilnya tentu bukan yang kami inginkan, akhir pekan itu dapat dikatakan positif,” tutur Vinalez. “Di Mandalika mungkin adalah hari terpenting bagi saya sejak bergabung dengan Aprilia karena kami menemukan pengaturan yang sangat bagus sehingga saya dapat melaju dengan cepat di balapan pada sesi pemanasan dan saya merasa nyaman bahkan dalam kondisi trek yang basah. Saya senang dengan pekerjaan yang kami lakukan di sana. Kami selangkah lebih dekat ke hasil yang terbaik di setiap putaran. Saya tidak sabar untuk berlaga ke Argentina untuk melanjutkan tren positif ini,” imbuhnya. ****

Advertisement
Lanjutkan Membaca