Kesehatan
Minyak Goreng Curah Masih Dijual Bebas, Waspadai Dampaknya terhadap Kesehatan

Minyak goreng curah (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Minyak goreng curah masih bisa dibeli di warung dan pasar rakyat. Sempat akan dilarang, namun pemerintah membatalkanya.
Salah satu pelarangannya karena alasan kesehatan. Dampak minyak goreng yang digunakan berkali-kali atau minyak goreng curah bisa dilihat dalam studi US National Library of Medicine – National Institutes of Health. Studi tersebut mengatakan, minyak goreng nabati yang digunakan berkali-kali hingga ke titik didihnya, bisa menghasilkan pembentukan radikal bebas.
Radikal bebas inilah yang bisa menyebabkan stres oksidatif atau keadaan jumlah radikal bebas yang berlebih dalam tubuh. Awas, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada tingkat sel-sel tubuh.
Di studi tersebut, para ahli melakukan riset terhadap seekor tikus yang diberikan minyak curah yang dipanaskan sebanyak tiga kali. Bagaimana hasilnya? Tubuh si tikus mengalami perubahan histopatologis (perubahan kondisi dan jaringan tubuh) dan perubahan kadar enzim antioksidan.
Padahal, seperti dikutip dari helosehat.com, antioksidan ini berperan penting pada sistem kekebalan tubuh. Lewat pengamatan histopatologis itu juga, terlihat bahwa adanya kerusakan pada usus besar dan hati tikus yang menjadi subjek penelitian.
Ada pula studi menarik mengenai dampak minyak goreng curah bagi tubuh. Bisa dilihat dari dari Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan (Unimed). Seperti penjelasan di atas, minyak goreng curah yang beredar di pasaran merupakan hasil olahan dari minyak jelantah.
Minyak jelantah sendiri merupakan minyak limbah yang berasal dari berbagai minyak. Bila komposisinya kimianya ditelisik lebih dalam, minyak curah atau jelantah ini mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama peroses penggorengannya.
Studi dari Unimed mengatakan, minyak goreng curah hasil dari olahan minyak jelantah, zat gizi seperti beta-karotennya telah rusak. Perubahan itu juga meliputi hilangnya nutrisi, seperti vitamin dan mineral. Minyak goreng curah dengan kondisi inilah yang dinilai berbahaya.
Penggunaan minyak goreng ini dalam waktu lama bisa memicu sederet masalah kesehatan. Mulai dari kolesterol, diabetes, penyakit kardiovaskular, keracunan makanan, hingga kanker payudara..
Masih ada lagi studi dari University of Illinois yang bisa kita simak. Para ahli di sana menelisik dampak minyak goreng bekas (curah) terhadap tikus. Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Riset tersebut menunjukkan minyak goreng yang dipanaskan berulang-ulang bisa memicu perubahan sel tubuh, sehingga mendorong pertumbuhan kanker payudara. Bagaimana bisa?
Ternyata memanaskan minyak curah berkali-kali bisa merusak struktur kimia minyak dan melepaskan zat akrolein. Zat ini bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Singkat kata, studi-studi di atas menunjukkan dampak minyak goreng curah bagi tubuh sangat merugikan kesehatan.***














