Home Lifestyle 8 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Mimpi Basah

8 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Mimpi Basah

oleh Hana Chaniago
mimpi basah

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUALid – Ketika memasuki masa pubertas, banyak perbedaan yang dialami oleh remaja perempuan dan remaja laki-laki. Jika perempuan mengalami menstruasi, laki-laki mengalami mimpi basah. Nanti nya anak akan terbangun karena merasakan sesuatu yang basah dan lengket pada celana dalam atau piyama.

Simak beberapa fakta tentang mimpi basah yang sudah faktualid.com rangkum dari hallosehat.com

1. Apa Itu Mimpi Basah?

Dalam dunia medis, mimpi basah disebut juga Emisi Nokturnal. Dikutip dari John Hopkins All Children’s Hospital istilah ini diartikan sebagai keluarnya air mani pada malam hari tanpa disengaja.

Maka dari itu mimpi basah bisa diartikan kondisi saat seseorang mengalami ejakulasi saat tidur. Ejakulasi berarti mengeluarkan air mani melalui penis. Biasanya kondisi ini terjadi ketika seseorang bermimpi tentang seks atau sesuatu yang menaikkan hasratnya.

Pada kondisi ini, anak tidak perlu marturbasi untuk mengalami ejakulasi. Namun, sering kali anak merasa bingung dan malu karena mengira ia telah mengompol. Apalagi jika hal ini baru pertama kali terjadi pada hidupnya.

Namun, tidak hanya remaja laki-laki, Remaja perempuan juga bisa mengalami mimpi basah. Tapi hal ini tidak menjadi faktor utama pubertas pada perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan tidak bisa mengalami ejakulasi. Namun, anak perempuan bisa orgasme jika mengalami mimpi tertentu.

2. Penyebab Remaja Mimpi Basah

Mimpi basah merupakan salah satu ciri pubertas pada laki-laki. Hal ini merupakan tanda bahwa testis pada anak sudah bisa memproduksi sprema. Bisa dikatakan bahwa penyebab utama terjadinya kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak hormon testosteron. Satu-satunya cara air mani untuk keluar adalah melalui kondisi ini.

Saat tidur, terdapat fase yang disebut sebagai rapid eye movement. Fase ini juga yang memungkinkan laki-laki mengalami ereksi. Selama masa puber, anda juga harus memberikan edukasi pada anak bahwa ia bisa mengalami ereksi kapan saja.

3. Kapan Remaja Mengalami Mimpi Basah?

Biasanya anak laki-laki mengalami pubertas lebih lama dibandingkan anak perempuan. yaitu ketika usia 10-15 tahun. Umumnya ia akan mengalami mimpi basah pada umur 11 atau 12 tahun.

Sebagai orangtua, anda harus memberikan pemahaman bahwa terjadinya ejakulasi ketika kondisi normal pada tubuh bukanlah hal yang memalukan. Ejakulasi adalah ketika kondisi penis mengeluarkan sperma.

Tidak hanya itu, anda juga bisa mengajari anak untuk membersihkan diri juga pakaian jika mengalami kondisi ini. Ketika bangun segera bersihkan tubuh. Tidak lupa untum membersihkan alat kelamin dengan air, termasuk area bawah penis.

4. Frekuensi Mimpi Basah

Mimpi basah sangat normal terjadi saat laki-laki sudah beranjak remaja. Berikan pemahaman kepada anak bahwa tidak ada yang bisa dilakukan selain mengontrol atau menghentikan kondisi ini.

Setiap orang memiliki frekuensi yang berbeda juga dan bukan berarti ada yang salah pada dirinya. Sebagian remaja laki-laki menglami mimpi basah 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Sementara sebagian lainnya mungkin hanya mengalami beberapa kali semasa hidupnya.

Baca juga: Simak, ini 11 Makanan Penambah Sperma Agar Makin Subur

5. Tidak Semua Anak Mengalami Mimpi Basah

Walaupun menjadi ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki, nyatanya ada kondisi dimana anak tidak mengalami hal ini. Namun anda tidak perlu panik, karena bukan berarti remaja laki-laki tidak sehat atau tidak normal.

Jika anda sebaga orangtua menrasa khawatir, tidak ada salahnya untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari dokter.

6. Mimpi Basah Tidak Bisa Dicegah

Walaupun untuk beberapa orang bisa mencegah mimpi basah, tetapi tidak ada bukti bahwa kondisi ini bisa dicegah. Apalagi, ini merupakan kondisi alami yang terjadi di dalam tubuh.

Katakan pada anak bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan apalagi berusaha untuk mencegahnya. Mungkin anda juga merasa sulit atau canggung membicarakan hal ini kepada anak. Tapi percayalah, berkomunikasi dengan anak mengenai hal ini penting untuk membangun perkembangan emosionalnya.

Baca juga: Lakukan Tips Ini Agar Aman Berhubungan Intim Saat Pandemi

7. Berikan Pemahaman tentang Seks

Remaja yang telah mengalami mimpi basah berarti telah mampu mengeluarkan sperma dari dalam tubuh. Artinya, ia pun juga sudah bisa membuahi sel telur.

Maka dari itu anda juga harus memberikan pemahaman tentang seks agar ia lebih bertanggung jawab pada dirinya. Apalagi di usia perkembangan remaja ia pun telah mengalami ketertarikan terhadap lawan jenis.

8. Apa Yang Mempengaruhi Pubertas Pada Anak?

Pubertas diawali dengan aktivitas otak yang memicu perubahan fisik untuk memperiapkan anak menuju usia subur. Pada anak laki-laki, masa puber ditandai pertumbuhan rambut halu di beberapa bagian tubuh (penis, ketiak, wajah, serta lengan dan kaki), munculnya jerawat, perubahan suara menjadi lebih ngebassm hingga pertumbuhan tinggi badan yang pesat.

Disaat bersamaan, testis dan penis juga akan ikut tumbuh. Selama masa puber, testis akan mulai memproduksi hormon seks yang disebut testosteron sekaligus menghasilkan sperma. Karena produksi hormon seks inilah, remaja pria yang sedang melewati masa puber akan mengalami mimpi basah pertamanya.

Banyak faktor yang mempengaruhi usia dimulainya masa puber laki-laki. Antara lain, genetik, gaya hidup, serta lingkungan.***

Tinggalkan Komentar