Lifestyle
6 Cara Mengatasi Anyang-anyangan Setelah Berhubungan Intim
foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Cara mengatasi anyang-anyangan setelah berhubungan intim merupakan hal yang paling dicari oleh kamu karena merasa ingin buang air kecil disertai rasa sakit pada organ intim.
Penyebab utama anyang-anyangan adalah menahan buang air kecil, namun alasan anyang-anyangan setelah berhubungan intim memiliki beberapa penyebab, salah satunya infeksi bakteri.
Dalam istilah medis anyang-anyangan disebut juga disebut juga dengan disuria merupakan kondisi rasa tidak nyaman pada organ intim dan menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil.
Dr. Lakeisha W. Richardson seorang dokter kandungan-ginekologi mengatakan bahwa wanita lebih rentan terkena disuria setelah berhubungan karena anatominya. Wanita memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria, yang berarti lebih mudah bagi bakteri untuk masuk ke kandung kemih.
Berikut cara mengatasi anyang-anyangan yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Perbanyak Minum Air Putih
Cara mengatasi anyang-anyangan yang pertama adalah perbanyak minum air putih. Kementrian Kesehatan Indonesia, menyatakan bahwa kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda. Rekomendasi konsumsi air untuk orang dewasa rata-rata adalah sekitar 8 gelas berukuran 230 ml atau 2 liter air mineral per hari.
Seain terhindar dari dehidrasi, minum air putih cukup juga bisa menjadi cara mengatasi anyang-anyangan setelah berhubungan intim. Dilansir dari JAMA Internal Medicine membuktikan bahwa, konsumsi air putih lebih dapat mencegah seseorang terkena infeksi saluran kemih atau anyang-anyangan.
Baca juga: 14 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong, Bisa Mencegah Batu Ginjal
2. Mengonsumsi Cranberry
Cara mengatasi anyang-anyangan yang kedua adalah mengonsumsi cranberry. Dilansir dari Advances in Nutritional Research, cranberry sudah sejak lama digunakan sebagai pengobatan infeksi saluran kemih termasuk untuk menghilangkan anyang-anyangan.
Kandungan zat proanthocyanidins di dalam cranberry berfungsi untuk mencegah bakteri yang menempel pada dinding saluran kemih, sehingga dapat meringankan dan mencegah anyang-anyangan.
3. Menjaga Kebersihan Saluran Kencing
Cara mengatasi anyang-anyangan yang ketiga adalah menjaga kebersihan saluran kencing. Kandungan kemih yang sehat dapat menjaga keadaan saluran kencing dengan mengeluarkan urin secara teratur dan urin pun bebas bakteri. Namun, keadaan tertentu menyebabkan masuknya bakteri Eschereschia Coli atau E.coli ke dalam saluran kencing.
Bakteri tersebut merupakan bakteri utama yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih beserta gejalanya. Bakteri ini berasal dari rektum atau dubur atau anus dan dengan leluasa dapat berpindah ke urethra.
4. Buang Air Kecil Sebelum Berhubungan Intim
Cara mengatasi anyang-anyangan yang keempat adalah buang air kecil sebelum berhubungan intim. Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dari FKUI-RSCM mengancurkan untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum berhubungan intim. Hal ini untuk menghindari infeksi saluran kemih, termasuk pada wanita.
Hal lain yang harus diperhatikan juga adalah jangan mencuci bagian mulut vulva dan vagina dengan sabun, apalagi dengan sabun keras.
Rangsangan kimiawi pada sabun dan gosokan mekanis selama membersihkan area intim dapat mempermudah peradangan liang kemih, sehingga dapat merangsang masuknya bibit penyakit yang sudah menunggu di mulut liang kemih.
5. Kompres dengan Air Hangat
Cara mengatasi anyang-anyangan yang kelima adalah kompres dengan air hangat. Kompres dengan menggunakan air hangat sangat mampu melegakan saraf dan otot. Hal tersebut akan mengurangi rasa sakit saat mengalami anyang-anyangan.
Cara mengatasi anyang-anyangan setelah berhubungan dengan cara ini adalah kompres area perut beagian bawah dengan handuk yang telah direndam dengan air hangat. Kamu dapat melakukannya selama 15 menit, sebanyak 3-4 kali sehari hingga anyang-anyangan ilang.
Baca juga: 8 Cara Mengatasi Lemas Saat Berhubungan Intim, Pria Wajib Tahu!
6.Batasi Minuman Kafein dan Alkohol
Cara mengatasi anyang-anyangan yang terakhir adalah membatasi minuman kafein dan alkohol. Minuman berkafein dan alkohol bersifat diuretik. Kedua minuman ini menambah volume urine normal yang dihasilkan oleh ginjal.
Secara teori, minuman diuretik seharusnya membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih karena lebih sering buang air kecil. Namun, diuretik memaksa lebih banyak cairan keluar dari tubuh sehingga kamu rentan terkena dehidrasi.***